MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kanit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, AKP Yusuf Solehat SH MM, Ba Unit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, Aipda Alven Sahara menghadiri berdialog bersama Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Ogan Komering Ilir (OKI) dalam menanggulangi Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi di Kabupaten OKI.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, Pengasuh Ponpes Annur Dr KH Samsudin, Kanit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, AKP Yusuf Solehat SH MM, Ba Unit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, Aipda Alven Sahara, Ketua Cabang PSHT OKI Suprianto, Ketua Banser OKI Imam Subro, di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) ANNUR Desa Tebing suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI, Selasa (23/03/2021).
Kanit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, AKP Yusuf Solehat SH MM, Ba Unit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Sumsel, Aipda Alven Sahara mengatakan, sebagai anggota Banser diharapkan harus dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya, serta dapat memilah milah informasi yang berada di Media Sosial (Medsos)
“Dalam berkeyakinan kita harus menerima perbedaan jangan sampai merasa paling benar, dan mudah menyalahkan seseorang yang berbeda
menjelaskan makna fundamentalisme, radikalisme, intoleransi dan terorisme,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, pengasuh Ponpes Annur Dr KH Samsudin S,Ag M,PdI menuturkan, pihaknya menggambil dasar dari surat dari Al-Qur’an yang memaknai bawasannya Ketika mereka bicara, hubungan sesama manusia terhadap satu agama maka akan sangat mudah dalam menanggulangi Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi.
“Selain itu, kita harus mencontohkan dari perilaku yang dilakukan Rasulallah SAW bahwasannya beliau sangat bertoleransi kepada sesama manusia terutama dalam mematuhi segala hukum,” jelasnya.
Sementara Itu, Aipda Kelvin Marley sapaan akrab Alven Sahara menambahkan, bahwa Intoleransi adalah sebuah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dan toleransi merupakan perasaan empati kepada orang atau kelompok lain yang berasal dari kelompok, golongan atau latar belakang yang berbeda.
“Perlu diketahui, bahwa Radikalisme yakni pemikiran dan gerakan anti terhadap ideologi Pancasila dan aksi-aksi kekerasan baik kolektif maupun individual baik yang mengarah pada terorisme maupun ekstrimisme lain,” katanya.(*)














