[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lentaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah. Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data yang terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 16.362 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 13.086 orang PCR dites hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.354 positif dan 11.732 negatif. Selain itu dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 3.790 orang dites, dengan hasil 104 positif dan 3.686 negatif.
“Untuk menilai tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 316.978. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 73.431. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 681 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.690 orang yang masih dirawat atau isolasi,” ungkapnya melalui siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (27/3/2021).
Sedangkan, kasus jumlah Konfirmasi total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 378.222 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua telah dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dari jumlah kasus positif, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 364.251 dengan tingkat kesembuhan 96,3%, dan total 6.281 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.
Untuk tingkat kepositifan atau proporsi kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,6%, sedangkan proporsi kasus positif secara total sebesar 11,2%. WHO juga menetapkan standar proporsi kasus positif tidak lebih dari 5%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih berkelanjutan. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.092.686 orang (36,4%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 343.272 orang (11,4%).
Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 123.199 orang (109,7%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 102.584 orang (91,3%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang. Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 414.506 orang (45,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 29.341 orang (3,2%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 554.981 orang (28,1%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 211.347 orang (10,7%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.














