MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari M. Zaki bersama anggotanya Aminuddin Fraksi Gerindra dan M. Zen Fraksi PAN, lakukan sidak ke Pasar Keramat Tinggi terkait parkir yang dikelola Dinas Perhubungan Batanghari, Selasa (13/04/2021).
Sidak tersebut dilakukan dalam melanjutkan laporan dari Dinas Perhubungan, yang mana pihak pengelola pasar bagian parkir tidak terima karena penertiban dari Dinas Perhubungan.
“Dinas Perhubungan telah melakukan uji petik sebanyak 2 kali. Pada hari Kamis mulai dari pukul 04.00 subuh hingga pukul 16.00 sore menghasilkan Retribusi parkir sebesar 1,5 juta rupiah dan hari Senin sebanyak 700.000 rupiah,” kata Ketua Komisi II, M. Zaki Fraksi PPP.
“Setelah dilakukan uji petik, Dinas perhubungan memberikan target kepada pihak pengelola pasar bagian parkir yakni hari Kamis 700, Minggu 500 dan hari lain 400. Namun pihak pengelola parkir pasar keramat tinggi, merasa keberatan dengan target tersebut. Pihak pengelola parkir pasar, meminta setoran seperti sebelumnya seberapa adanya,” sambungnya.
Saat dilokasi pasar keramat tinggi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Batanghari beserta anggota lainnya, panggil pihak pengelola parkir pasar beserta Dinas Perhubungan. Namun pihak pengelola parkir pasar, tidak muncul kehadapan para Dewan.
“Kita akan undang Dinas Perhubungan serta pihak pengelola parkir pasar keramat tinggi, untuk mendengarkan pendapat mereka. Kalau kesimpulan keputusan seperti apa, nanti setelah kita lakukan pertemuan dari kedua belah pihak,” tandasnya.
Sementara itu Aminuddin selaku anggota menambahkan, pengelolaan parkir itu mestinya sesuai aturan, dikarenakan itu merupakan penyumbang PAD Batanghari. Kemudian kedepannya tidak ada lagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan, dari pengelolaan parkir tersebut.
“Baiknya nanti dipasang portal pada pintu masuk, juga pengelola parkir jangan hanya mengambil retribusi tanpa menjaminkan keselamatan serta keamanan kendaraan. Apabila kendaraan hilang, maka mereka harus mengganti kendaraan tersebut,” jelas Aminuddin.
“Terus tolong pada Dinas terkait keamanan untuk menjaga aset, coba lihat belakang pasar itu sengaja dijebol dindingnya, jadi tolong cari solusi,” pungkasnya.














