[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lentaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah. Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data yang terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 10.752 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.601 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 460 positif dan 8.141 negatif. Selain itu dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 3.926 orang dites, dengan hasil 86 positif dan 3.840 negatif.
“Untuk menilai tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 341.374. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 69.536. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 452 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.432 orang yang masih dirawat atau isolasi,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Selasa (20/4/2021).
Sedangkan, kasus jumlah Konfirmasi total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 400.508 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua telah dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dari jumlah kasus positif, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 387.507 dengan tingkat kesembuhan 96,8%, dan total 6.569 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia 2,7%.
Untuk tingkat kepositifan atau proporsi kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,2%, sedangkan proporsi kasus positif secara total sebesar 11%. WHO juga menetapkan standar proporsi kasus positif tidak lebih dari 5%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih berkelanjutan. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.668.563 orang (55,6%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 894.069 orang (29,8%).
Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 125.459 orang (111,7%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 109.299 orang (97,3%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.
Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 552.556 orang (60,6%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 308.789 orang (33,9%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 990.548 orang (50,1%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 475.981 orang (24,1%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.















