MATTANEWS.CO, PRABUMULIH — Masih berjalannya pengerjaan proyek Tol Prabumulih-Indralaya saat ini,tidak menutup kemungkinan berbagai permasalahan dilapangan akan muncul pada saat pembangunannya. Polemik muncul,diduga kurangnya perhatian oleh pihak perusahaan ataupun Subkon proyek ini yang seolah olah enggan bertanggung jawab pada wilayah dan masyarakat sekitar pembangunan jalur Tol.
Contoh,salah satu wilayah yang saat ini sedang berlangsungnya pengerjaan proyek Tol,yaitu Desa Karangan kecamatan RKT Kota Prabumulih Sumatera Selatan. Menampik kesenjangan dan beberapa permasalahan antara masyarakat sekitar dengan pihak perusahaan, Pemerintah Desa beserta BPD Karangan melakukan pertemuan dengan PT. HK Insfrastruktur (HKI) dan Subkon PT. Tembesi,di Kantor Kepala Desa Karangan, Rabu (26/5/2021).
Kepala Desa (Kades) Karangan Salyadi Susanto saat diwawancara media ini mengatakan,telah mendapatkan berbagai laporan oleh warganya,kalau pihak PT. Tembesi sepertinya mengabaikan beberapa kebijakan dan perjanjian terhadap masyarakat dan juga Perangkat Desa.

Diketahui,ada beberapa permasalah seperti gaji pekerja warga setempat yang belum sepenuhnya dibayar,berikut tentang permasalahan jalan berdebu akibat mobilisasi kendaraan PT juga kejelasan insentif untuk perangkat desa yang telah dijanjikan oleh pihak perusahaan terhadap mereka.
“Ya tadi kita semua sudah melakukan pertemuan dengan Pt. Tembesi selaku subkon bahkan dihadiri oleh HKI langsung. Dalam hal ini pihak perusahan akan bersinergi dengan desa karangan,untuk permintaan kita sudah sama sama disepakati oleh masing masing pihak dengan surat perjanjian,” jelasnya.
Lanjut Kades,baik Pemerintah Desa dan masyarakat mendukung proyek Nasional jalan Tol ini. Melalui pertemuan ini kurangnya komunikasi yang selama ini terjadi hendaknya makin diperkuat dengan komunikasi yang baik dan juga kerja sama terutama dengan warga lokal berikut para perangkat Desa.
“Pertemuan ini adalah momen tepat untuk mempererat silahturahmi dan juga makin mendekatkan perusahaan dengan masyarakat setempat,” terang pria yang akrab disapa Santo.
Menanggapi hal tersebut, PT. Tembesi melalui Project Manager (PM) Delta Saputra mengatakan,kalau permasalahan secara detail sudah dipaparkan semua saat pertemuan dan secara kesepakatan sudah ada perjanjian secara tertulis.
“Antisipasinya semua sudah kita siapkan,contoh masalah debu tadi sudah tanggapan dari HKI untuk melakukan penyiraman. Untuk tenaga kerja saat ini sudah ada perekrutan tapi saat ini belum ada penambahan,nanti penambahan pekerja akan kita sesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya.














