NUSANTARA

Diduga Depresi, Remaja ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri 

×

Diduga Depresi, Remaja ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri 

Sebarkan artikel ini
Petugas saat memeriksa korban gantung diri di Desa Duwet Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, Foto : Doc Pol/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Akibat Depresi seorang remaja berdomisili salah satu Desa di wilayah Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di teras rumahnya.

Diketahui, remaja tersebut inisial AM (20) Dusun Nguni RT 003 RW 002 Desa Duwet Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung.

Demikian, dibenarkan oleh Kepala kepolisian sektor Pakel Polres Tulungagung, AKP Randy Irawan melalui Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat melalui keterangan singkatnya, Selasa (15/6/2021) Pagi.

“Iya benar, korban gantung diri di teras rumahnya sekira pukul 03.30 WIB, Selasa (15/6/2021) pertama kali melihat saudara kembar korban yang habis pulang dari rumah temannya,” kata Dia.

“Korban tergantung dibalok teras dengan seutas tali tambang,” imbuhnya.

Sebenarnya korban, kata Dia menjelaskan sering melakukan percobaan bunuh diri namun selalu digagalkan oleh keluarga korban.

“Menurut keterangan keluarga dan tetangga bahwa korban sudah lama mengalami depresi, dan masih menjalani pengobatan (konsumsi obat penenang red.),” Tri Sakti menambahkan.

Kronologisnya, lebih lanjut tutur Dia melanjutkan saudara kembar korban pulang dari rumah temanya bersama saksi SFK (17) sampai didepan teras rumahnya melihat korban tergantung dibalok teras dengan seutas tali tambang, saat itu juga saksi memanggil tetangga korban.

“Setelah di TKP tetangga korban bersama saksi menurunkan korban dan dibaringkan diteras rumah,” terangnya.

“Terdengar suara ramai diteras rumah, akhirnya orang tua korban bangun dan keluar ke teras melihat anaknya (korban red ) terbaring sudah tak bernyawa lagi,” sambungnya.

Sekira pukul 06.20 WIB, lebih dalam papar Dia masih melanjutkan orang tua korban didampingi saksi melaporkan ke Polsek Pakel.

“Tak berselang lama setelah terima laporan, petugas bergerak ke TKP untuk melakukan penyelidikan didampingi Tim Inafis Polres Tulungagung bersama Bidan desa dan tenaga kesehatan,” Tri Sakti memaparkan.

“Dari hasil pemeriksaan dan memintai keterangan saksi, petugas menyimpulkan tidak diketemukan aksi kekerasan pada tubuh korban, namun hanya bekas jeratan pada leher korban, pada jari (kuku red.) bersih tidak ada bekas digunakan tapi ditemukan cairan pada kemaluan korban,” sambungnya.

“Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menerima bahwa meninggal gantung diri dan membuat pernyataan tidak dilakukan autopsi pada korban,” tandas Kasubbag Humas Polres Tulungagung