MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Dua bulan putus sekolah, karena diberhentikan M Ihsan (17) oleh pihak sekolah. Akhirnya kembali lagi bersekolah di SMA N 1 Pariangan Tanah Datar.
Hal itu berkat upaya dari Masyarakat Peduli Tanah Datar (MPTD) dan DPRD Tanah Datar untuk memperjuangkannya kembali bersekolah.
Cerita yang didapatkan Mattanewsco, M Ihsan dikeluarkan pihak sekolah karena bandel. Dia ke sekolah menggunakan sandal jepit dan saat ditegur mengatakan ucapan yang dinilai kurang pantas (kata-kata kotor). Alasan itulah membuat pihak sekolah memberhentikannya.
“Saya datangi pihak sekolah, agar kembali anak itu bisa sekolah. Karena kita DPRD telah menganggarkan 6 miliar untuk biaya pendidikan. Tetapi semudah itu pihak sekolah memberhentikan,”kata Anggota DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari kepada Mattanewsco Sabtu,(31/7/2021).
Menurutnya meskipun anak nakal dan bandel itu merupakan tugas tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan. Namun dengan memberhentikan, sama saja dengan sekolah tempat mendidik tapi tidak bisa mendidik.
“Kami berharap, janganlah mengambil sikap dengan seenaknya saja mengembalikan siswa itu, sama orang tuanya. Karena tidak mampu untuk mendidik menurut saya juga itu hanya persoalan sepele,”tegasnya
Sementara itu Sekretaris MPTD Tanah Datar Riadi Sutan Polowan menurutnya pihaknya bersama DPRD Tanah Datar menemui pihak sekolah. Dia menilai permasalahan hanya salah paham saja bukan sesuatu yang fundamental.
“Jadi, dalam hal kesalah pahaman, yang terjadi ini, jangan sampai terulang di masa-masa mendatang. Karena membuat rugi para anak didik itu sendiri,”ujarnya















