MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Satuan tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung memandang tempat isolasi terpusat (Isoter) yang diinisiasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna merawat pasien Isolasi mandiri (Insoman) kurang maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Komando distrik militer (Kodim) 0807 Tulungagung Letkol Inf. Mulyo Junaedi membantah tempat penampungan Isoter tersebut kurang berfungsi.
“Jadi begini, Isoter yang kita gagas untuk menampung pasien Covid-19 sudah difungsikan dan mulai terisi,” kata Mulyo Junaedi kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia menjelang Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (16/8/2021).
“Sudah, sudah terisi tapi belum banyak,” imbuhnya.
Perwira putra daerah asli Tulungagung ini menambahkan belum banyak pasien Covid-19 yang menghuni Isoter tersebut karena adanya persepsi dari masyarakat penanganannya menganggap kurang maksimal.
“Padahal dengan ditampung di Isoter pasien terjamin pelayanan dibanding dengan Insoman,” tambahnya.
“Seharusnya masyarakat sadar pasien yang melakukan Insoman susah untuk dilakukan pantauan oleh tenaga kesehatan. Kadang terjadi dalam satu desa ada sekira 10 rumah yang warganya sebagai pasien Insoman, tetapi keterbatasan nakes tersebut dan biasanya hanya ada satu Bidan Desa,” sambungnya.
Menurut Dandim 0807 Tulungagung dengan adanya tempat Isoter bagi warga yang terpapar Covid-19 dalam satu Kecamatan akan ditampung dalam satu tempat. Sehingga sangat mudah melakukan pemantauan bagi nakes tersebut dan bisa secara bergantian.
Dengan melakukan sosialisasi, lebih lanjut Mulyo menjelaskan agar masyarakat semakin memahami pentingnya bagi warga terpapar Covid-19 agar menghuni tempat tersebut.
“Iya benar, kita akui dalam dua hari pasien yang menempati Isoter mengalami peningkatan. Awal saja dihuni sekira 40 pasien, setelah kita bersama stakeholder terkait melakukan pendekatan secara kekeluargaan, sekarang sudah sekira 140 pasien,” terang Perwira pernah bertugas di Korps Baret Merah itu.
“Bagi pasien di tempat Isoter untuk kebutuhan akan kita cukupi diantaranya suplemen vitamin, obat-obatan dan kebutuhan makan,” imbuhnya.
Semua kebutuhan dasar pasien isoter akan dicukupi, seperti obat-obatan dan kebutuhan makan. Tulungagung menyiapkan 6 lokasi isoter.
Kata Letkol Mulyo, sementara ini di Tulungagung baru menyiapkan sekira enam tempat untuk Isoter.
“Saat ini Isoter baru ada di wilayah Kecamatan Tulungagung Kota, Kauman, Ngunut, Kedungwaru, Sumbergempol dan di Pakel,” ujarnya.
“Adapun Isoter di wilayah Kecamatan Tulungagung Kota tempatnya ada di SD Negeri Kampung Dalem (Depan Makodim 0807 Tulungagung red.) dan di sebuah bangunan bekas Hotel yang ada di Kelurahan Bago,” tukasnya.














