BERITA TERKINI

Terpilih Jadi Ketua PGRI Panawangan, Aan Rusdiana Siap Perjuangkan Hak Guru

×

Terpilih Jadi Ketua PGRI Panawangan, Aan Rusdiana Siap Perjuangkan Hak Guru

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Panawangan menggelar Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Panawangan Masa Bakti 2021-2025 di Aula Gedung PGRI Panawangan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Kabar), Rabu (29/12/2021).

Dengan mengangkat tema ‘PGRI Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Pendidikan yang Dinamis dan Inovatif dalam Mewujudkan Ciamis Kreatif, Sinergis dan Sejahtera,’ Ketua PGRI Panawangan terpilih Aan Rusdiana mengatakan, tema tersebut dipercaya mampu menciptakan inovasi baru dalam program pembelajaran.

“Pada akhirnya kita bisa menciptakan tingkat kesejahteraan guru itu sendiri,” ucapnya.

Untuk sementara ini, lanjut dia, pihaknya sudah berupaya sejak lama untuk mengusulkan ke pemerintahan daerah dalam tunjangan daerah. Walaupun sampai saat ini, di Kabupaten Ciamis belum bisa direalisasikan karena berbagai hal, seperti keterkaitan anggaran yang dimiliki Kabupaten Ciamis.

“Pada akhirnya kami berjuang di aplikasi dapodik, salah satu tunjangan yang bisa diterima guru termasuk oleh anggota PGRI adalah dalam profesi guru,” imbuhnya.

Tunjangan profesi guru bisa lancar, kata dia apabila data dan kebutuhan dapodiknya bagus.

Kebetulan dirinya merangkap sebagai operator dapodik Kecamatan Panawangan, akan berupaya semaksimal mungkin agar data-data guru dalam dapodik itu benar.

“Sehingga tidak ada lagi kata terlambat pembayaran TPG untuk di Kecamatan panawangan,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk guru Non PNS, dirinya sudah mengusulkan ke DPRD komisi D, agar di tahun depan ada tunjangan untuk guru non PNS.

“Tapi masalah hasil dan tidaknya, saya kurang tahu,” ujarnya.

“Yang penting kami sudah mengusulkan ke DPRD dan mengirimkan data guru non PNS termasuk guru non PNS yang sudah lulus,” tambahnya.

Selanjutnya di era revolusi industri saat ini, menurutnya karena PGRI itu tidak berdiri sendiri, maka guru-guru diberikan pendidikan dan pelatihan melek IT.

“Sehingga diupayakan guru itu terampil dalam menggunakan IT atau teknologi, karena sekarang sudah zaman digital,” tandasnya.