MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Proyek Pengendalian Banjir Sungai Kelekar Kota Prabumulih yang tepatnya berada di RW 10 Kelurahan Muara Dua dan Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur telah memasuki tahap akhir (????????????????????????????????????) pekerjaannya.
Diketahui Proyek dari Kementrian PUPR Dirjen SDA Balai Besar wilayah Sumsel tersebut menelan anggaran Tahun 2021 ini sebesar Rp.3.899.149.000, dan dikerjakan oleh pihak Kontraktor pelaksana PT. Unggul Sokaja (PT.US) dengan Konsultan Pengawas yakni CV. Wahyu Jaya Persada (CV.WJP).
Memasuki tahap akhir pengerjaan proyek tersebut, beberapa warga setempat, sempat mempertanyakan rusaknya jalan Kelekar 6 RW 10 Muara Dua, yang dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru, akibat mobiltas kendaraan proyek normalisasi Sungai Kelekar itu.
Menampik kekhawtiran warga tersebut, kontraktor PT.US melalui pengawasnya Lian menjelaskan, bahwa pihaknya akan tetap berkomitmen sesuai dengan kesepakatan awal sebelum memulai pekerjaan.
“Ya pak, sesuai kesepakatan tempo hari pada awal-awal kita cek lokasi proyek, semua kerusakan baik aset pemerintah ataupun milik warga akan kita perbaiki,” jelasnya melalui sambungan telepon pada media ini, Kamis (30/12/2021).
Lian juga menambahkan, saat ini pihaknya sudah mulai memperbaiki kerusakan, dari dampak proyek pada Kelurahan Tugu Kecil.
“Perbaikan sudah kita mulai, wilayah Tugu Kecil yang kita dahulukan, baru kemudian di Kelurahan Muara Dua, karena di lokasi ini kita masih melakukan finishing,” tegas Lian.
Senada dengan apa yang dijelaskan pihak kontraktor, Ketua RW 10 Kelurahan Muara Dua Basarudin juga menjelaskan, hasil laporannya dengan PT.US.
“Sebelum mereka pulang karena selesai pekerjaan, pihak kontraktor siap memperbaiki semua kerusakan khususnya jalan Kelekar 6,” ujar Basarudin.
Terpisah, Konsultan Pengawas CV. WJP Virnandus Ms, ST, mengatakan, saat ini pengerjaan sudah ditahap akhir pada posisi progress 98 persen.
“Pekerjaan tersisa tinggal pekerjaan pasangan Bronjong, menggunakan akses jalan dengan memakai alat berat excavator untuk sepanjang 4,5 meter dengan timbunan tanah,” terangnya.
Lanjut konsultan yang akrab disapa Veri itu, mengingatkan kembali ke pihak kontraktor, untuk melakukan perbaikan jalan sebelum meninggalkan lokasi proyek.
“Semua akses jalan yang rusak itu akan diperbaiki kembali oleh pihak penyedia jasa (kontraktor.red), sebelum meninggalkan lokasi pekerjaan Pengendalian Banjir Sungai Kelekar Kota Prabumulih,” pungkas Veri.














