MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, penangan stunting di Kabupaten Purwakarta dinilai baik dan harus dijalankan dengan konsisten.
Dalam upaya menurunkan angka stunting atau gangguan tumbuh kembang anak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melakukan berbagai cara.
Salah satunya menurunkan angka stunting di Purwakarta, yakni dengan mengukuhkan Duta Penurunan Stunting dari Tim Penggerak PKK di 17 kecamatan.
“Penangan stunting di Kabupaten Purwakarta dinilai baik dan harus dijalankan dengan konsisten,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Bale Sawala Yudistira Kamis (27/1/2021).
Ia mengungkapkan, berdasarkan angka yang dikeluarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Purwakarta ada penurunan poin kasus stunting yang saat ini menjadi 20,6 persen dan kita berada di urutan ke 11 di Jawa Barat.
Ia menekankan, pihaknya bakal terus lakukan berbagai upaya untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Purwakarta, dengan target 2022 ini harus mencapai 14 persen.
“Target kita tahun ini harus mencapai 14 persen dan kita juga libatkan 8 OPD dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Purwakarta,” ucapnya.
Melalui desain pokja tersebut, Bupati Purwakarta berharap tercipta ekosistem seimbang guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga tercipta generasi unggul, cerdas dan berdaya saing menuju kejayaan Lamongan.
“Kita bertekad untuk menciptakan generasi-generasi yang tinggi, cerdas, dinamis dan tangkas melalui pemenuhan gizi. Untuk itu saya mengajak seluruh OPD untuk keroyokan, melakukan kolaborasi menuju Purwakarta zero stunting,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Purwakarta, optimistis dengan dikukuhkan Duta Penurunan Stunting Kabupaten Purwakarta bisa mendorong kelahiran anak cerdas terbebas dari stunting.
Dia berharap upaya ini mampu memberi dukungan kelurga di Kabupaten Purwakarta dalam upaya penurunan stunting.
“Saya percaya duta penurunan stanting bisa memberikan edukasi tentang 1.000 hari pertama keemasan (HPK), edukasi makanan gizi sehat, dan edukasi menghindari empat terlalu, yaitu jangan hamil terlalu muda, jangan hamil terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu dekat,” ucapnya.
Ia meyakini, dengan pengukuhan duta penurunan stunting ini diharapkan bisa menurunkan angka gangguan tumbuh kembang anak di Kabupaten sampai tingkat desa.
Mereka menjadi garda terdepan dalam membantu kampanye kesehatan dan mendampingi keluarga.
“Data stunting secara update dan akurat, dan tepat sangat penting. Data ini menjadi acuan dalam mengambil keputusan dan langkah tepat mengatasi stunting. 1.000 HPK itu dimulai saat ibu mengandung. Tapi bagaimana kita bisa melakukan penanganan sejak sebelum menikah, ini akan sangat baik,” paparnya.
Kepala Bidang Ketahanan Keluarga,DPPKB Purwakarta, Yani Swakotama, mengatakan dalam mempercepat penangan stunting, pihaknya akan mengerahkan, 2304 Tim Pendamping Keluarga upaya pencegahan dini sebagai penanggulangan stunting.
“Pendamping keluarga ini akan memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari edukasi prakonsepsi untuk calon pengantin. Saat ini memang kita berfokus pada remaja dan 1.000 hari pertama kehidupan,” ungkap Yayat.
Dijelaskannya, pada usia remaja dan 1.000 hari pertama kehidupan dengan tujuan memperkuat intervensi sehingga masalah gizi dari anak yang dilahirkan dapat ditekan sedini mungkin.
“Jadi mantunya tiap desa ada 12 orang Tenaga Pendamping Keluarga yang akan mendampingi setiap calon pengantin dan ibu hamil dalam rangka mencegah Stunting,” ungkap Yani,” ungkap Yani.
Yani menambahkan, data terupdate saat ini ada sekitar 823 orang anak balita dari 30 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada lokus stuntingnya.
“Data tersebut tahun 2021 data terbaru, karena tahun 2022 ini belum ada penempatan lokus stunting lagi. Tahun ini baru ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya analisis dan kajian saja, akan tetapi kemungkinan dat tersebut akan turun di tahun ini,” pungkas Yani.














