MATTANEWS.CO, OKU TIMUR– Bertempat di Desa Triyoso, Kecamatan Belitang, diselenggarakan acara penyerahan bantuan Gubernur Sumatera Selatan dalam program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dan Pengukuhan Asosiasi Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) OKU Timur, Rabu (2/2/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T hadir didampingi oleh Ketua TP PKK OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes, Asisten 2 Ir. M.Husin, Asisten 3 Sutrisno, S.E. M.M., Staf Khusus, Staf Ahli, serta kepala OPD dan Camat Se-Kabupaten OKU Timur.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Junadi, S.P., M.M. menyampaikan “Program sumsel mandiri pangan ini seyogyanya ditargetkan sebanyak 20 Kecamatan dan 21 Desa di OKU Timur, namun yang baru terpenuhi adalah sebanyak 5 Kecamatan dan 5 Desa.
Masih menurut Junadi “Sumsel mandiri pangan ini telah dimulai dari tahun 2021 dan akan terus berlanjut hingga 2025. Oleh karena itu, Keberhasilan Program Sumsel Mandiri Pangan ini bukan hanya tanggung jawab Gubernur namun ini adalah tanggung jawab kita semua. Selanjutnya hari ini dikukuhkan Asosiasi PUPM sebanyak 25 kelompok dengan 800 anggota. Dalam kesempatan ini juga kami sampaikan sertifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Kepada PUD Agrobisnis OKU Timur.
Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T mengukuhkan langsung Asosiasi PUPM OKU Timur, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara PUD Agrobisnis dan PUPM. Kemudian H. Lanosin menyerahkan langsung Bantuan Gubernur dalam Program Sumsel Mandiri Pangan sekaligus menyerahkan sertifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan Kepada PUD Agrobisnis OKU Timur.
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T yang akrab disapa Enos mengatakan “Hari ini saya bahagia sekali bisa bertemu langsung dengan masyarakat dalam penyerahan bantuan gubernur dalam program Sumsel Mandiri Pangan. Semoga kegiatan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam menurunkan tingkat kemiskinan.
Enos menambahkan, untuk desa yang telah dipercaya oleh bapak Gubernur dalam program Sumsel Mandiri Pangan harus terus berkomitmen dan maju terus dalam menyukseskan program ini. “Saya yakin semua ini bisa berjalan dengan baik dan benar, karena jika program ini tidak berhasil maka program-program di tahun berikutnya bisa terhambat, begitupun dengan tingkat kesejahteraan akan terhambat,” pungkasnya. (*)














