BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALPOLITIK

Pelatih Futsal Sodomi Dua Muridnya di TPU Telaga Swidak

×

Pelatih Futsal Sodomi Dua Muridnya di TPU Telaga Swidak

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG –
Perbuatan keji pelatih futsal ini memang tidak patut dicontoh. Bagaimana tidak, PN (22) warga Jalan Sentosa Lorong Nasional Plaju Palembang tega sodomi dua muridnya, KN (15) dan DM (15), di TPU Telaga Swidak, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang dengan iming-iming uang Rp 100 ribu pada Jumat (14/1/2022) sekitar pukul 12.00 WIB.

Terungkapnya kejadian ini saat orang tua korban melaporkan peristiwa cabul ini ke Polda Sumsel. Tanpa buang waktu, Subdit IV PPA Polda Sumsel menjemput paksa tersangka di rumahnya. Tanpa perlawanan, tersangka digelandang ke Polda Sumsel untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tersangka sudah kita amankan berikut barang bukti berupa pakaian korban dan tersangka saat berbuat asusila itu,” jelas Kasubdit PPA Polda Sumsel, Kompol Masnoni, saat press release, Rabu (9/3/2022).

Dikatakan Kompol Masnoni, tersangka merupakan pelatih Futsal dan korban merupakan muridnya sendiri.

“Korbannya dua orang anak laki – laki yang masih berusia 15 tahun. TKP nya di TPU Telaga Swidak, SU II Palembang,” ungkap Kompol Masnoni.

Dilanjutkan Ibu berpangkat melati satu ini, tersangka mengaku perbuatan cabulnya baru dilakukan satu kali ini.

“Pengakuannya baru kali ini dan itu dia iming-imingi dengan masing-masing korban uang Rp 100 ribu. Kini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif penyidik dan akan kita kenakan pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang UU Perlindungan Anak,” bebernya.

Sementara, tersangka ketika dibincangi mengaku, saat itu korban juga mau, tidak ada pemaksaan dan saat itu korban butuh uang.

“Saat itu saya lagi pengen dan saya kirim pesan melalui WA korban. Beberapa hari kemudian pesan saya dibalas, dia mau dan dia mengaku butuh uang untuk jajan,” ujarnya.

Disinggung korban DM, tersangka mengaku tidak teralu kenal.

“Saya mengajak KN karena kenal dekat, sedangkan DM saya tidak terlalu kenal,” ungkapnya tertunduk malu.