MATTANEW.CO, KAPUAS HULU – Dalam sebuah aksi kolaboratif skala besar, Kepolisian Resor Kapuas Hulu menginisiasi Gerakan Indonesia ASRI, sebuah program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, di kawasan strategis Danau Sentarum, Kecamatan Batang Lupar, pada Rabu (11/02/2026) pagi.
Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan dan elemen masyarakat, dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda aksi ini menjadi sinyal kuat sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, dan instansi vertikal lainnya.
Hadirnya jajaran tokoh penting Kabupaten Kapuas Hulu, termasuk Sekretaris Daerah Ambrosius Sadau, menegaskan keseriusan agenda ini.
Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 300 orang, terdiri dari satu kompi gabungan Polres dan Polsek jajaran, satu pleton TNI, satu pleton Satpol PP, satu pleton petugas TNBKDS, serta partisipasi aktif dari PNS Kecamatan, Relawan, dan generasi muda.
Kapolres Kapuas Hulu menekankan bahwa Danau Sentarum adalah rumah bagi keragaman hayati yang tak ternilai harganya.
“Danau Sentarum adalah rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, baik di daratan maupun di sungai. Melalui Gerakan Indonesia ASRI ini, kita kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk memastikan rumah mereka tetap bersih dan terjaga,” ujarnya.
Dikatakan Kapolres, meskipun rencana awal mencakup pembersihan area sungai yang lebih luas, tim lapangan melakukan adaptasi taktis karena akses jalan sungai yang sedang tidak memungkinkan untuk dilewati.
“Fokus kerja bakti kemudian dialihkan secara intensif ke area bantaran darat, mulai dari dermaga utama hingga ke pemukiman di Desa Sepandan, “tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Sekda Ambrosius Sadau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Atas nama pemerintah kabupaten, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, relawan, dan khususnya para pelajar yang sudah peduli. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan wisata ini harus dimulai dari gerakan nyata seperti hari ini,” ungkapnya.
Aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial satu hari, melainkan menjadi pemicu bagi masyarakat luas untuk terus melestarikan kawasan Danau Sentarum sebagai salah satu warisan alam terpenting di Kalimantan Barat. (*)














