Reporter : Asni
OKI, Mattanews.co – Pasca penggerbekan adanya dugaan pengoplosan beras rasta beberapa minggu yang lalu oleh warga Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sejumlah warga mempertanyakan lambannya dalam penanganan kasus tersebut,l. Hal itu diungkapkan salah seorang warga Muttawal, Senin (15/07/2019) silam.
Muttawal bersama rekannya mempertanyakan ke pada awak media di sela-sela aksi demo di depan Pemkab OKI beberapa minggu yang lalu. “Kenapa sampai sekarang kepala desa tersebut masih tidur nyenyak dirumah,” tuturnya.
Dengan menunjukkan beberapa surat pengaduan terkait Rastra dan kinerja kepala desa selama menjabat. Ternyata surat tersebut diantaranya di tujukan kepada Presiden Jokowi, Gubernur Sumsel, Bupati OKI, Kapolda Sumsel.
Bukan hanya itu saja Muttawal juga telah mengumpulkan tanda tangan warga yang menurutnya jika proses hukum lamban di tangani mereka akan melakukan aksi demo di desa Ulak Jermun tersebut.
“Sejak dilaporkan oleh warga ke unit Tipikor Polres, kasus ini sudah ditangani namun masih jalan ditempat membuat sejumblh warga gerah. Hingga sekarang belum ada upaya tindakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian,” kata Muntawal saat di temui pihak media Kamis (25/07/2019).
Menurut Muttawal, warga meminta keseriusan Polisi dalam menyelidiki kasus tersebur. Karena beras tersebut merupakan hak masyarakat banyak, tidak seharusnya dijual kembali.
Menurutnya, sejumlah bukti telah ditemukan warga yang mengaku turut menggerebek aktifitas pengoplosan beras bantuan Pemerintah di pabrik penggilingan padi itu.
“Masyarakat mengharapkan proses hukum ini berjalan cepat, hingga penetapan status Kades dapat diketahui pasti,” tegasnya.
Mengenai hal itu, Paur Binops Bagops Polres OKI, Iptu Bambang Pancawala mengungkapkan, penanganan terkait kasus ini sedang berlangsung dengan menghadirkan sejumlah saksi.
“Berbeda dengan kasus pidana umum biasa, kasus ini perlu kecermatan tersendiri. Terlebih harus berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk menghadirkan saksi ahli,” tuturnya.
Terkait rencana demo yang akan dilakukan warga Ulak Jermun tersebut, Bambang menyarankan agar warga tidak gampang terprovokasi, dengan hal yang masih ditangani pihak kepolisian selain berpotensi ditunggangi pihak-pihak tertentu, aksi turun ke jalan dikhawatirkan justru menciptakan persoalan baru nantinya.
“Atensi pimpinan sangat tegas, tanpa pandang bulu, kita kejar terus hingga dituntaskan. Percayakan kasus ini ke pihak kepolisian. Didemo atau tidak, kasus ini terus jalan,” tandasnya.
Editor : Selfy














