[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
* Ponton Tambang Ilegal di Hutan Lindung Kuarsa Tak Pernah Dibongkar
MATTANEWS.CO, PARIT TIGA – Sejumlah ponton tambang timah ilegal, yang beroperasi di kawasan Hutan Lindung Kuarsa, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, ternyata masih aktif dan diduga kuat masih beroperasional, terbukti didapati sejumlah ponton tersebut masih berada di kawasan HL tersebut dalam keadaan lengkap dan siap bekerja. Nampak penambang ilegal ini menantang, hingga harus ‘kucing-kucingan’ dengan aparat kepolisian, Kamis (24/3/2022).
Dari liputan wartawan dilapangan, lokasi yang sebelumnya sempat diberikan imbauan keras dari aparat kepolisian untuk para penambang agar segera membongkar sendiri peralatan tambang miliknya.
Salah seorang warga Parit Tiga yang meminta namanya dirahasiakan mengaku, para pelaku tambang timah ilegal di kawasan tersebut, diduga mempermainkan aparat, dengan cara berpura-pura membongkar peralatan tambang milik mereka di saat aparat datang ke lokasi, tapi setelah aparat pergi, mereka kembali melanjutkan aktivitas, memasang perlengkapan tambangnya kembali.
“Kalau dulu tambang ilegal di kawasan HL Kuarsa itu beroperasi siang hari, tapi sekarang diduga para penambang bekerja pada malam hari,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa tambang ilegal tersebut dikoordinir oknum wartawan berinisial BN, sementara dan kawasan HL tersebut, sempat diklaim salah seorang warga berinisial NW sebagai miliknya
“Setahu saya yang koordinir tambang disana itu oknum wartawan bernama BN, kalau NW pernah itu mengklaim sebagai pemilik lahan,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, Dirkrimsus Polda Babel, Kombes Moh Irhamni, ketika dihubungi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Saya cek dulu kebenarannya,” singkat Kombes Moh Irhamni, saat dikonfirmasi wartawan.
Senada diungkapkan Kapolsek Jebus, AKP Ghalih Widyo Nugroho.
“Ya, nanti kami cek kembali,” ujar Kapolsek melalui pesan singkatnya.
Sementara itu BN, oknum wartawan yang diduga sebagai kordinator tambang ilegal tersebut, menyangkal jika dirinya sebagai koordinator tambang di kawasan HL Kuarsa.
“Tidak ada, saya punya TI sendiri di Kuarsa, cuma sekarang sudah pindah jauh dari Kuarsa semenjak diberitakan kemarin,” jelas BN.














