MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Terkait kemunculan harimau (Datuk) memangsa hewan ternak warga di dua lokasi berbeda yakni di Kecamatan Pemayung dan Kecamatan Bajubang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berupaya untuk menangkap si Datuk dengan cara memasang jerat.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kasi Konservasi Wilayah II BKSDA Jambi Didi Bangkit Kurniawan mengatakan, tim sudah koordinasi dengan desa. Melakukan pengecekan ke lokasi, melakukan pemasangan kamera trap.
“Petugas terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan desa, tindak lanjutnya kita pasang perangkap untuk menjerat,” kata Didik, Kamis (24/03/2022)
“Kita liat dari tanda keberadaan satwa tersebut, hari ini teman-teman juga ke Pelempang Kecamatan Mestong untuk cek informasi harimau,” sambungnya.
Didik meminta agar warga berhati-hati melakukan aktivitas, tidak beraktivitas sendirian, diusahakan berkelompok.
“Membersihkan semak-semak di areal kebunnya, memberi lampu penerangan di dekat kandang jika terpaksa dan hindari beraktivitas disaat hari sudah sore,” himbaunya.
Dijelaskan Didik, penyebab kemunculan si ‘Datuk’ berkeliaran dan memangsa ternak warga.
“Bisa jadi mangsanya sudah berkurang, sakit dan habitatnya tergangu,” pungkasnya.
Diketahui, dalam bulan maret tiga Ternak Sapi Warga Kecamatan Pemayung dan Bajubang mati di terkam Harimau. Pada beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 9 Maret 2022 dua ekor sapi milik warga Desa Lopak Aur, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi diduga tewas usai diterkam harimau. Di lokasi matinya sapi, warga menemukan belasan jejak kaki kucing besar itu. Pada Kamis 24 Maret 2022 kejadian yang sama kembali terulang, namun di lokasi berbeda yakni Desa Mekar Sari, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.














