POLITIK

Masa Transisi Menuju Endemi, Dinkes OKI Tetap Imbau Vaksinasi

×

Masa Transisi Menuju Endemi, Dinkes OKI Tetap Imbau Vaksinasi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Kebijakan pelonggaran pemakaian masker dengan memperhatikan kondisi Covid-19 yang semakin melandai. Atas kebijakan tersebut, tentu disambut baik berbagai kalangan masyarakat.

Pengetatan yang dilakukan untuk mengatasi pandemi mulai dilonggarkan. Selasa (17/5/2022), pemerintah memperbolehkan memakai masker di ruang terbuka.

Pelonggaran aturan pemakaian masker di ruang terbuka ini merupakan merupakan langkah awal memulai transisi dari pandemi ke endemi.

Kebijakan ini diumumkan sendiri oleh Presiden Joko Widodo yang baru saja kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat dan tidak lagi mengenakan masker di banyak kesempatan.

Meski demikian, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Iwan Setiawan batasan protokol kesehatan tertentu masih berlaku untuk diterapkan.

Tahapan memulai transisi menuju endemi didasari pada pemahaman masyarakat terkait perilaku hidup sehat. Ia meneruskan, kurang lebih dua tahun, dalam situasi pandemi, menurutnya secara langsung maupun tidak, membentuk pemahaman dan kesadaran kolektif terkait perilaku hidup sehat.

“Kita menyambut baik arahan Bapak Presiden mengenai pelonggaran memakai masker di ruang terbuka dan aturan perjalanan luar dan dalam negeri,” ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Namun apabila ditempat berkerumun, kata dia, hendaknya masyarakat berkenan tetap memakai masker. Dirinya beralasan, bibit penyakit penularan melalui udara dapat di cegah dengan menggunakan masker.

Selain pencegahan Covid-19 dengan menggunakan masker itu sendiri, menurut Iwan Setiawan pihaknya tetap melakukan vaksinasi diberbagai tempat di Bumi Bende Seguguk secara masif.

Terkait capaian vaksinasi di Kabupaten OKI per tanggal 17 Mei 2022, masyarakat umum yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 541.406 atau 93,68 persen. Dosis kedua mencapai 396.160 atau 68,55 persen. Sedangkan untuk capaian dosis ketiga 67.427 atau 11,67 persen.

“Capaian berikutnya yakni vaksinasi anak-anak dosis pertama mencapai 74.259 atau 87, 14 persen. Lalu dosis kedua sebanyak 53.062 atau 63,44 persen tercatat sudah divaksinasi,” urainya.

Berbagai upaya mengejar capaian vaksinasi menurut dia diperlukan kesadaran masyarakat untuk mendatangi pos kesehatan atau tempat vaksinasi digelar. Dia mengatakan, stok vaksin saat ini sebanyak 10.669 dosis, siap digunakan.

“Pelonggaran aturan ini sendiri sekaligus hendak memastikan lengkapnya vaksin yang kita terima. Walaupun pemerintah telah banyak mengizinkan peningkatan aktivitas masyarakat, menyelesaikan vaksinasi Covid-19 secara lengkap harus dilakukan,” tandasnya.