MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., meyakini perubahan usulan trase exit tol di Desa Sembon Kecamatan Karangrejo akan disetujui oleh pihak pemrakarsa.
Maryoto mengatakan, rapat audiensi bersama pemrakarsa sebagai upaya sinkronisasi pembahasan secara teknis terkait pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung.
Hal ini disampaikan usai rapat sinkronisasi bersama pihak pemrakarsa melalui video conference di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (6/6/2022) Pagi.
“Saya yakin akan disetujui untuk exit tol yang kita usulkan yaitu digeser 100 meter ke utara, karena itu lahan sawah kosong,” kata Bupati Maryoto didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., dihadapan insan media.
“Kita tahu bersama sebelumnya untuk exit tol itu disekitarnya ada perumahan maupun fasilitas kesehatan,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan, pihaknya mengusulkan perubahan exit tol itu sama yang dilakukan oleh Pemerintah kota maupun kabupaten Kediri dengan hal sama.
Adapun nantinya di Tulungagung untuk exit tol ini ada di dua titik di Desa Sembon Kecamatan Karangrejo dan Desa Balerejo Kecamatan Kauman.
“Rencana lokasi jarak exit tol sekira 6 kilometer dari rencana exit tol di Desa Sembon Karangrejo,” tambahnya.
“Sedangkan jalan tol Kediri-Tulungagung akan melewati sepanjang 13,25 kilometer,” sambungnya.
Lebih lanjut Maryoto menjelaskan, pihak Pemkab Tulungagung sangat mendukung pembangunan ruas jalan tol Kediri-Tulungagung tersebut.
Pihaknya memiliki keyakinan bilamana ruas jalan tol itu terealisasi, secara otomatis bisa mendongkrak dan meningkatkan perekonomian masyarakat Tulungagung khususnya wilayah yang dilalui jalan tol tersebut.
“Saat ini masih dalam tahap melakukan kajian-kajian, rencana tahun 2023 pengerjaan dimulai,” terangnya.
Sinkronisasi bersama pihak pemrakarsa, lebih dalam Maryoto memaparkan, dari semua usulan akan dilakukan pengkajian lebih lanjut setelah itu baru ada penetapan lokasi (Penlok).
Namun demikian, pihaknya menyadari beberapa lahan yang rencana dilewati pembangunan jalan tol sudah terpasang patok-patok bercat merah.
“Patok cat merah itu sebenarnya baru estimasi untuk pembangunan jalan tol, sedangkan realisasi nanti bisa geser ke kanan maupun kiri dari patok tersebut,” pungkasnya.














