Reporter : Mokhsen
PAPUA, Mattanews.co – Peringatan hari keluarga nasional (Harganas) yang di peringati setiap tahun pada tanggal 29 Agustus sudah menjadi kegiatan nasional sebagaimana sudah di tetapkan dalam keputusan presiden (Kepres) RI NO 39 tahun 2014.
Kabupaten Fakfak adalah satu dari 13 Kabupaten/Kota di Propinsi Papua Barat kembali dapat memperingati Harganas tersebut.
Harapan Presiden Jokowi, agar di setiap Kabupaten Kota dapat memperingati Harganas sebagai bentuk dalam menggelorakan kembali semangat membangun keluarga yang berkualitas, juga sebagai bagian dalam mendukung nawa cita ke lima Presiden, yaitu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kata sambutanya, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Drs Benyamin Lador mengucapankan terima kasih yang sangat luar biasa kepada Bupati dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak, dalam memperingati Harganas ini.
“Keluarga merupakan wadah utama untuk menanamkan nilai nilai yang positif, sehingga apa yang di lakukan itu akan terlihat di masyarakat sekitar,” ucapnya.
Dalam menghasilkan sumber daya manusia, sambung dia, ada 2 aspek yang terdapat di dalamnya, antara lain kompetensi dan karakter. “Kalau untuk kompetensi bisa di dapatkan melalui pendidikan formal maupun non formal, sementara karakter itu di mulai dari dalam keluarga, sehingga melalui Harganas ini dapat di gelorakan kembali semangat dalam menerapkan delapan fungsi keluarga,” jelas dia.
Lanjutnya, di Provinsi Papua Barat termasuk dalam angka Stanting tinggi, di atas 30%. “Termasuk Fakfak juga ada angkanya, stanting adalah anak yang gagal tumbuh sejak 1000 hari pertama dalam kehidupan, dimulai dari 270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir, stanting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dan tidak seimbang, sehingga bayi dalam kandungan mengalami gangguan
gagal tumbuh, hingga pada 2 tahun usianya kurang juga asupan gizi yang seimbang sehingga mengalami gagal tumbuh, hal ini bisa di lihat tinggi dan berat badannya tidak sesuai umurnya, perkembangan kecerdasannya terganggu dan di sekolah tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” papanya.
Dalam mengatasi masalah stanting, wakil Presiden memberikan tanggung jawab kusus kepada BKKBN, beberapa Kementerian dan lembaga serta juga dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana agar dapat mencegah dan menangani stanting. “Diantaranya
kesehatan reproduksi bagi remaja, semua Ibu hamil atau pasangan usia subur di beri edukasi untuk tahu hamil yang sehat,” tutupnya.
Editor : Anang














