MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite yang naik Rp.10.000 per liter mendapatkan tanggapan secara beragam dari warga Tulungagung.
Meski demikian, masyarakat kota Marmer mengaku tetap membeli pertalite karena sudah merupakan sebuah kebutuhan.
“Pertalite naik, menurut saya wajar-wajar saja, paling penting itu kendaraan tetap terisi,” ujar Dwiki (23) pengendara kendaraan bermotor saat mengantre di SPBU Rejoagung, Sabtu (3/9/2022) Malam.
Hal serupa disampaikan Cahya (23) warga Kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung Kota menganggap terjadinya kenaikan BBM imbas adanya perang di luar negeri.
“Ya, imbas dari perang, wajar BBM jadi naik,” ucap Cahya pengendara kendaraan bermotor saat mengantre di SPBU Jepun.
Namun demikian, tanggapan berbeda dilontarkan oleh Elisa (24) berdomisili jalan Ahmad Yani Barat, mengaku dengan kenaikan BBM pertalite pasti akan berimbas pada harga kebutuhan sembilan bahan pokok akan mengalami kenaikan.
“Pasti ngefek ke semua sembako naik, dengan begitu masyarakat ekonomi bawah akan terkena imbasnya,” ujarnya.
“Kendati begitu, saya pribadi BBM sudah merupakan kebutuhan, meskipun harga naik tetap beli. Paling penting stok tersebut selalu ada,” imbuhnya.
Kenaikan BBM pertalite, ternyata tidak semua masyarakat Tulungagung mengetahuinya, terbukti Andik (42) warga Tanggunggunung sewaktu mengantre di SPBU dekat terminal Gayatri.
“Saya belum tahu harga pertalite naik, tadi ada SPBU langsung saya belok, baru tahu saat mas (Wartawan.red) bertanya ini,” ungkap Andik pengendara roda empat itu menunggu antrean itu.
Pantauan media ini di empat SPBU yaitu Ngemplak, Rejoagung, Jepun, dan dekat Terminal, adanya kenaikan BBM masih nampak antrean yang didominasi kendaraan bermotor roda dua untuk membeli pertalite, kecuali SPBU Ngemplak mulai pukul 19.00 WIB BBM pertalite sudah habis.
Sebagaimana diketahui, Kenaikan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) secara resmi diumumkan oleh Pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) sekira pukul 14.30 WIB.
Adapun ketiga BBM itu diantaranya Pertalite naik dari Rp. 7.650 per liter menjadi Rp. 10.000 per liter. Bio Solar naik dari Rp. 5.150 per liter menjadi Rp. 6.800 per liter. Sedangkan Pertamax naik dari Rp. 12.500 per liter menjadi Rp. 14.500 per liter.














