MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Tindakan Penyidik KPK ke kediaman salah satu tersangka berinisial LE, di Papua, dalam kasus dugaan korupsi, tentu telah melalui kajian dan diskusi yang matang pada internal KPK, khususnya melibatkan penyidik, JPU, seluruh struktural penindakan, pimpinan, bahkan pihak-pihak terkait lainnya, Minggu (6/11/2022).
“Tindakan yang diambil KPK, pastinya sudah melalui proses panjang pemeriksaan termasuk gelar perkara. KPK bergerak tidak mungkin sembaragan, pasti berlandaskan KUHAP,” ujar Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Firdaus Hasbullah, saat diwawancarai wartawan online media ini.
Dikatakan Firdaus Hasbullah, dalam langkah KPK itu, terdapat dalam pasal 113 KUHAP.
“Jika seseorang tersangka atau saksi yang dipanggil memberi alasan yang patut dan wajar bahwa ia tidak dapat datang kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan, penyidik akan datang ke tempat kediamannya,” papar Firdaus Hasbullah.
Kedatangan KPK ke Papua itu, sebagai bentuk upaya serius KPK dalam menuntaskan perkara korupsi yang menyita sorotan publik akhir-akhir ini. Dari itu, guna memastikan kondisi kesehatan tersangka, KPK turut melibatkan Tim Kesehaan dokter KPK dan IDI.
“Dalam keikutsertaan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam kegiatan tersebut tentu dalam rangka pelaksanaan tugas pokok fungsi KPK, sebagaimana diatur dalam Undang – Undang yang berlaku,” terang Firdaus Hasbullah.
Kegiatan tersebut dilakukan di tempat terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh berbagai pihak, bahkan dipublikasikan masyarakat.
“Itu semua dalam rangka pelaksanaan asas keterbukaan dan kami pastikan tetap memperhatikan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku termasuk soal kode etik bagi insan KPK,” jelas Firdaus Hasbullah.
Firdaus Hasbullah mengucapkan, terima kasih atas dukungan dari pihak Kepolisian Daerah, Kodam, BINDA dan pihak-pihak lainnya yang mendukung kelancaran pemeriksaan ini.
“Saya juga mengapresiasi masyarakat Papua yang menyambut baik dan mendukung upaya pemberantasan korupsi sebagian bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkas Firdaus Hasbullah.














