BERITA TERKINIHEADLINE

Direktur PNL dan Kepala BPMA Teken MoU Pengembangan SDM Migas

×

Direktur PNL dan Kepala BPMA Teken MoU Pengembangan SDM Migas

Sebarkan artikel ini
Direktur PNL, Rizal Syahyadi (krem) menandatangani MoU peningkatan SDM bersama kepala BPMA, T. Mohammad Faisal di aula kampus PNL di Kawasan Buket Rata, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (9/11/22)

MATTANEWS.CO, LHOKSEUMAWE – Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc dan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Teuku Mohammad Faisal, ST. MM menandatangani nota kesepahaman atau MoU pengembangan SDM Migas. Lembaga pendidikan diharapkan jadi pondasi untuk kemajuan usaha di sektor migas.

Penandatangan MoU dilangsungkan di aula lantai II gedung utama kampus PNL di kawasan Buket Rata, Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (09/11/2022).

Direktur PNL Rizal Syahyadi mengatakan, bahwa MoU ini bermaksud untuk pengembangan SDM di bidang Migas, Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Vokasi.

“MoU ini juga mencakup pemanfaatan dan peningkatan kualitas atau Kompetensi SDM para pihak, begitu juga dukungan kegiatan magang industri mahasiswa, penelitian dan pengabdian, kuliah umum, kuliah tamu dan dosen industri. Begitu juga pengembangan kurikulum pendidikan vokasi maupun kesepakatan lain yang akan disepakati,” ungkap Ketua PII Lhokseumawe ini.

Sementara itu, Kepala BPMA Teuku Mohammad Faisal menyampaikan, bahwa MoU yang ditandatangani akan berlangsung selama 5 tahun kedepan. Dan tujuannya untuk mendukung peningkatan kualitas dan kemajuan di bidang pendidikan, maupun untuk menunjang capaian visi dan misi baik PNL dan BPMA.

“Semoga dengan adanya MoU ini dapat menjawab tantangan mahasiswa kedepan dalam rangka meningkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” terangnya.

Faisal menambahakan, melalui MoU ini diharapkan dapat saling mendukung demi kemajuan Aceh ke depan.

“Semoga dengan adanya MoU BPMA dan instansi/lembaga penddkan diharapkan menjadi pondasi kedua belah pihak, terkait dalam berkonstribusi untuk pembangunan dan peningkatan SDM Aceh. Demi kemajuan Aceh ke depan,” katanya.

“MoU ini dapat menjadi pondasi terkait dalam hal berkonstribusi untuk pembangunan dan peningkatan SDM Aceh. Untuk detail program kerjasama yang akan dikolaborasikan/disinergikan selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS),” tutupnya.