BERITA TERKINIHEADLINE

Berikan Bantuan Dampak Inflasi Kepada Petani Bawang Merah, Ini Harapan Wakil Bupati Tulungagung

×

Berikan Bantuan Dampak Inflasi Kepada Petani Bawang Merah, Ini Harapan Wakil Bupati Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., mengharapkan bantuan yang diberikan dari Pemerintah kabupaten Tulungagung dapat membantu para petani bawang merah untuk kelangsungan kerja serta jadwal untuk waktu tanam dan panen sesuai dengan rencana tanpa harus terhalang oleh sarana yang dibutuhkan.

Dengan bantuan itu, sehingga dampak inflasi yang saat ini terjadi tidak berpengaruh kepada para kelompok tani, disamping itu kesejahteraan dapat terjamin.

Pernyataan ini disampaikan GS lebih akrab disapa dalam mengawali sambutannya sebelum Penyerahan Bantuan Mesin Alat Pertanian dan Sarana Produksi Pertanian Dampak Inflasi dan Akibat Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bertempat di auditorium Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Kamis (8/12/2022).

“Atas nama Pemkab Tulungagung saya ucapkan terima kasih dan selamat datang kepada undangan dalam hal ini para petani,” ucap Wakil Bupati Tulungagung seorang Kader PDI Perjuangan itu.

GS menambahkan menindaklanjuti sambutan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo menyebutkan dalam penanganan inflasi saat ini perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah untuk membantu masyarakat melalui Bantuan Sosial (Bansos) ke masyarakat karena terjadinya kenaikan BBM subsidi berdampak kepada peningkatan inflasi di Indonesia.

Bahkan, lanjut GS, dari hasil perhitungan para menteri penyesuaian harga BBM akan menyumbangkan inflasi sebesar 1,8 persen. Disamping itu, Bapak Presiden menegaskan kepada Pemerintah daerah agar menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana biaya tak terduga sebanyak 2 persen yang dipergunakan untuk belanja Bansos yang diarahkan untuk masyarakat, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemberian subsidi sektor transportasi umum di daerah.

“Dengan demikian, maka Pemkab Tulungagung menindaklanjuti perintah tersebut, dengan langkah-langkah antara lain merecofusing anggaran yang ada untuk dialokasikan kepada masyarakat dengan memberikan Bansos ke seluruh sektor yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung,” tambahnya.

Masih dalam sambutannya, lebih lanjut GS menjelaskan bidang pertanian sangat berpengaruh meskipun secara langsung maupun tidak langsung, semisal demi kelangsungan kerja pada kelompok tani dengan adanya kenaikan BBM makan petani kesulitan untuk kelanjutan kerja dengan adanya biaya operasional alat terbatas dan harga pupuk yang semakin meningkat serta sulit didapatkan.

Disamping itu, karena sarana produksi yang terbatas mempengaruhi kelancaran kerja baik di kelompok petani.

“Dengan demikian, maka, Pemkab Tulungagung melalui Disperta dalam upaya meringankan beban para petani memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), pupuk, dan alat penanganan pasca panen,” terangnya.

Menurut GS, bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tulungagung tahun 2022 senilai Rp. 1.997.225.000.

Adapun petani yang mendapatkan bantuan itu ada di 6 Kecamatan diantaranya Rejotangan, Kalidawir, Campurdarat, Boyolangu, Pakel, dan Sumbergempol.

“Ada 21 desa dari 6 Kecamatan untuk 26 kelompok petani bawang merah,” ujar GS.

“Macam bantuan itu diantaranya Cultivator 9 unit, Handphone Speaker 98 unit, Hand Traktor 20 unit, singkal 2 unit, kereta dorong 24 unit, mulsa 3330 kg, pompa air 2 unit, NPK 36300 kg, dan terpal plastik 180 buah,” sambungnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, lebih dalam Wabup Tulungagung memaparkan pihaknya selain pemberian bantuan, dalam hal ini melalui Disperta sekaligus memberikan pembinaan melalui sosialisasi maupun Bimbingan teknis kepada para petani.

“Juga melakukan monitoring terhadap bantuan yang diberikan untuk optimalisasi pemanfaatan sarana produksi dan pasca panen guna peningkatan kesejahteraan petani maupun kelompok tani,” tandasnya.