MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Komisi I DPRD Purwakarta lakukan rapat kerja dengan CV Solvi Indonesia, di ruang kerja Komisi I DPRD Kabupaten Purwakarta. Rapat yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami, Ketua Komisi I, Nina Heltina dan anggota Komisi I, DPMPTSP serta Satpol-PP Kabupaten Purwakarta, Selasa (04/04/2023).
Pertemuan tersebut menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang di laksanakan dikantor CV Solvi Indonesia di Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta pada Jumat (31/03/2023).
Wakil Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami selaku Koordinator Komisi I mengatakan dilihat dari kronologisnya, ini adalah peristiwa berulang. Dimana, dari awal atau dulunya sudah ada pembicaraan-pembicaraan sebelumnya.
“Jadi pada hari ini Komisi I melihat memang terjadi pelanggaran. Sehingga kami harus bertindak tegas,” ujar Puji sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Purwakarta itu.
Kata Puji, pihaknya sudah merekomendasikan beberapa hal. Diantaranya, yang pertama kalau lokasi akan digunakan untuk gudang itu masih bisa digunakan.
“Karena izinnya sudah ada, tapi hanya untuk gudang saja. Karena harus sesuai dengan izinnya juga. Tapi, kalau untuk produksi, kami rekomendasikan untuk pindah lokasi,” ujar Puji.
Selanjutnya, lanjut Puji, kami juga mempertimbangkan para pekerja yang memang berasal dari Purwakarta, dimana mereka saat ini sudah terikat dengan kontrak kerja.
“Kita kasih waktu sampai bulan Oktober untuk produksi, sesudah bulan Oktober tidak boleh ada produksi lagi. Kalau tetap berjalan, kita akan tutup,” tegas politisi dari partai Gerindra itu.
Selain itu kita juga meminta dalam rekomendasi, setiap per dua bulan mereka harus menyampaikan progresnya.
“Kita akan pantau terus. Kita juga sudah meminta Satpol-PP khususnya untuk terus memantau kegiatan mereka per dua bulan dan melaporkannya ke pada kami,” ujarnya.
Menutup Puji menyampaikan waktu enam bulan ini saya kira sudah final, dengan penuh pertimbangan-pertimbangan.
“Bilamana waktu yang telah ditetapkan habis dan masih tetap ada produksi, kita akan tutup,” tegas Puji.
Sementara manajemen CV Solvi, saat hendak dimintai tanggapannya oleh media, pihaknya terkesan menghindar.
“Kedewan saja, jangan sama kami,” ucap Rika.














