BERITA TERKININUSANTARA

Sungai Brantas Pasang, 11 Warga Tulungagung Terjebak 4 Jam di Atas Perahu

×

Sungai Brantas Pasang, 11 Warga Tulungagung Terjebak 4 Jam di Atas Perahu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kondisi alam memang tidak bisa diprediksi, seperti halnya yang terjadi di sungai Brantas wilayah Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Debit air sungai yang awalnya normal secara tiba-tiba terjadi pasang, Kamis (13/4/2023).

Kejadian mencekam tersebut terjadi di perahu penyeberangan yang menghubungkan Desa Rejotangan menuju Desa Selokajang Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kepala Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hartanto, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rejotangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Puji Hartanto, S.Pd., mengatakan akibat pasangnya debit air sungai Brantas terjadi sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

“Kami terima laporan itu, langsung koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tulungagung,” ucap AKP Puji Hartanto melalui keterangan resmi di terima media online nasional mattanews.co, Kamis (13/4/2023) Malam.

“Ada 11 orang penumpang yang dievakuasi terjebak kurang lebih 4 jam berada di atas perahu,” imbuhnya.

Dia menambahkan dari keterangan saksi Melati Khosi Lestari (24) berdomisili RT 1 RW 14 Desa Sumberagung dan Maisila Okti Ramadhani (17) RT 2 RW 3 Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan hendak menyeberangi sungai dengan menggunakan jasa perahu terbuat dari besi itu.

“Saat kondisi air masih dalam keadaan normal, namun demikian saat perahu sampai di sebelah utara air sungai tiba-tiba mulai meninggi dan membuat para penumpang yang berjumlah 11 orang tidak dapat  turun dari perahu,” tambahnya.

“Akhirnya menunggu surutnya air mereka masih di atas perahu sembari menunggu datangnya tim Evakuasi dari Tim BPBD Tulungagung,” sambungnya.

“Akhirnya baru sekira pukul 14.00 WIB ke 11 orang penumpang dan 3 crew perahu tambangan baru bisa dilakukan evakuasi oleh tim BPBD Tulungagung dengan menggunakannya perahu karet,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Mantan Kapolsek Kalangbret Polres Tulungagung Polda Jawa Timur menjelaskan meskipun sebelas penumpang dan tiga crew berhasil dilakukan evakuasi, namun untuk kendaraan bermotor roda dua baru bisa dilakukan evakuasi sekira pukul 18.00 WIB.

“Kendaraan bermotor roda dua baru dilakukan evakuasi sembari menunggu debit air sungai surut, sekira pukul 18.00 WIB,” tukasnya.