MATTANEWS.CO, OKI – Di ujung Kabupaten Ogan Komering Ilir, jalan tanah yang selama bertahun-tahun menjadi penghambat aktivitas warga Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, kini mulai terbuka. Selama sebulan terakhir, alat berat, personel TNI, dan warga desa bekerja bersamaan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0402/OKI yang resmi ditutup, Kamis, 21 Mei 2026.
Program yang saban tahun digelar TNI itu tak hanya menyasar pembangunan jalan. Di desa yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar tersebut, Satgas TMMD membangun akses jalan sepanjang enam kilometer, memperbaiki lima rumah tidak layak huni, membangun lima unit mandi cuci kakus (MCK), merehabilitasi mushala, hingga membuat lima sumur bor untuk kebutuhan air bersih warga.
Di sela pembangunan fisik, program ketahanan pangan juga mulai dijalankan lewat penanaman jagung seluas 1,5 hektare. Pemerintah daerah menilai proyek semacam ini menjadi cara cepat menutup ketimpangan pembangunan di wilayah pelosok yang belum sepenuhnya tersentuh infrastruktur memadai.
Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir Muchendi Mahzareki mengatakan kondisi akses di sejumlah desa masih menjadi persoalan klasik yang memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut dia, pembukaan jalan desa memberi dampak langsung terhadap distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.
“Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini terbuka, fasilitas dasar masyarakat diperbaiki, dan kebutuhan air bersih mulai terpenuhi,” kata Muchendi saat penutupan TMMD.
Meski demikian, pembangunan melalui pola TMMD kerap menjadi penopang sementara di tengah keterbatasan kemampuan anggaran desa maupun pemerintah daerah dalam menjangkau wilayah terpencil. Di sejumlah daerah, pola gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat masih menjadi solusi utama untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dasar.
Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis menyebut TMMD bukan semata proyek pembangunan fisik, melainkan ruang kolaborasi lintas institusi untuk menyelesaikan persoalan desa yang selama ini berjalan lambat.
“Apa yang dibangun hari ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi warga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ujang.
Selain pembangunan fisik, Satgas TMMD juga menggelar penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat. Kegiatan nonfisik itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas warga setelah pembangunan infrastruktur selesai.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0402/OKI Gunawan Wibisono memastikan seluruh target pembangunan selesai sebelum penutupan program. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun tidak berhenti sebatas proyek seremonial tahunan.
“Kami berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.















