MATTANEWA.CO, PALEMBANG – “Setiap laporan pasti akan tindaklanjuti, namun kami butuh waktu untuk menganalisa perkara,” papar Jaksa Fungsionl Intelijen Kejati Sumsel, Pohan Sahaan, Jaksa Fungsional Intelijen Kejati Sumsel, saat menanggapi aksi damai ratusan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gransi) Sumsel, menuding Kajati tidak bekerja profesional dalam penegakan hukum, Kamis (21/9/2023).
“Menanggapi suatu perkara tidak serta merta langsung menentukan tersangka, namun ada beberapa proses yang harus dipenuhi, sehingga barulah naik ke tingkat penyidikan,” ungkapnya, saat diwawancarai awak media.
Kendati SDM Kejati terbatas, lanjut Pohan Sahaan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti setiap laporan dari LSM yang masuk melalui PTSP.
“Sudah banyak laporan yang kita terima dari LSM melalui PTSP, sudah banyak juga yang sudah kita laporkan perkembangannya. Artinya pasti semua kita tindaklanjuti, hanya saja butuh waktu,” ujarnya.
Ratusan massa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gransi) Sumsel menggelar aksi di depan Kantor Kejati Sumsel, menuntut Kepala Kejati Sumsel, Sarjono Turin, untuk mundur dari jabatannya, jika tidak sanggup menuntaskan kasus korupsi yang ada di Sumsel.
“Kami menuntut Kajati untuk mengundurkan diri, jika tidak sanggup mengatasi kasus korupsi di Sumsel. Karena beberapa kasus korupsi yang menyentuh pejabat, khususnya pada kasus program SERASI, belum ditindaklanjuti. Bahkan ada juga perkara yang sudah tiga tahun dilaporkan, belum juga ada perkembangan,” urai Supriadi, Ketua Umum LSM Gransi.
Supriadi menjabarkan, ada dua laporan yang menurutnya Kajati Sumsel bekerja tidak profesional.
“Kami membandingkan, ada dua laporan yang dilaporkan ke Kejati tiga tahun lalu dan ada juga yang 28 hari yang lalu. Laporan 28 hari yang kami ajukan itu, sudah mendapat jawaban dari Aspidsus, yang isinya belum ditemukan sejumlah bukti, apakah itu ada kaitan dengan pejabat setempat, Bupati Banyuasin. Sementara, laporan yang tiga tahun yang lalu, belum juga ada kabar. Disini patut dipertanyakan, ada apa?,” pungkasnya.














