MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) desak Kajati Sumsel, untuk segera menindaklanjuti dugaan korupsi KORMI Sumsel, penyelenggaraan FORNAS VI Sumsel 2021 lalu. Dengan menggelar aksi di Kejati Sumsel, Rabu (1/11/2023).
“Kami dari SIRA, menggelar aksi damai di Kejati Sumsel untuk mempertanyakan soal laporan kami, pada 2 Oktober 2023 kemarin tentang KORMI Sumsel,” papar Koordinator Aksi, Rahmat Sandi Iqbal, ketika diminta konfirmasi wartawan.
Diungkapkan Rahmat Sandi, dalam laporan tanggal 2 Oktober kemarin, LSM SIRA, BPI KPNPA RI dan PST yang tergabung dalam Gabungan Penggiat Anti Korupsi, mendesak Kejati Sumsel turut mengusut tuntas dugaan indikasi korupsi penggunaan dana oleh KORMI Sumsel.
Selain itu, mendesak Kejati Sumsel memeriksa dan mengungkap transparansi bantuan dana dari 7 BUMN/BUMD sebesar Rp16.792.700.000 dalam pergelaran FORNAS VI 2021 Sumsel tahun 2022 oleh KORMI Sumsel.
Lalu, mendesak Kejati Sumsel memeriksa pengelolaan dana bantuan Pemprov Sumsel melalui Dispora Sumsel sebesar Rp18 miliar lebih oleh KORMI Sumsel dalam pergelaraann FORNAS VI.
Kemudian, periksa Kepala Dinas Dispora Sumsel dan 7 perusahaan BUMN/BUMD sebagai pemberi bantuan pagelaran FORNAS VI kepada KORMI Sumsel. Apakah proses penganggaran tersebut sudah sesuai mekanisme penganggaran atau tidak.
Selanjutnya, sebanyak Rp34 miliar lebih dana pelaksanaan FORNAS VI 2021 Sumsel yang dikelola KORMI Sumsel, harus diselidiki dan diungkap Kejati Sumsel.
“Kalau kemarin, melaporkannya pakai Gabungan Penggiat Anti Korupsi Sumsel, sekaligus demo KONI Sumsel. Setelah satu bulan tidak ada berita dari Kejati Sumsel sudah dimana laporan yang kami laporkan,” terangnya.
Sementara itu, Kasi A Intelijen Kejati Sumsel Dian Marvita mengatakan, lapora yang dilayangkan oleh Gabungan Penggiat Anti Korupsi Sumsel, 2 Oktober lalu masih dalam proses. Dan, masih berada di Kasi C Intelijen Kejati Sumsel.
“Untuk laporan yang telah disampaikan mengenai Kormi. Setelah kami cek masih ada Kasi C. Nanti silahkan ditanyakan sampai sejauh mana prosesnya. Kami saat ini masih dalam proses transisi pejabat pimpinan,” pungkasnya.














