MATTANEWS.CO, PALEMBANG– Rapat koordinasi pembentukan Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Provinsi Sumatera Selatan. Dilaksanakan oleh dinas kesehatan Sumsel di hotel Swarna Dwipa Palembang Kamis (2/11/2023).
Staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs
Nelson Firdaus mengatakan, kesehatan jiwa tidak terpisahkan dari kesehatan badan. Hari produktif yang hilang sebesar 8,1% disebabkan oleh kesehatan jiwa. Hal ini lebih besar dari dampak penyakit seperti TB,jantung dan lainya, dimana angka produktif kesehatan yang hilang masih dibawah 7%. Masalah kesehatan jiwa mempunyai lingkup yang sangat luas. Gangguan mental remaja dan dewasa 100 dari 1000 orang dewasa memiliki gangguan mental. Gangguan mental anak sebesar 104 dari 1000 orang data ini dari lima tahun terakhir. Data ini semakin meningkat seiring dengan dampak ekonomi disemua negara.
Berbagai problem fisiko sosial yang terdampak. Hal ini tak cukup hanya ditangani oleh Dinas Kesehatan semata atau dinas lainnya sebagai tumpuan penanggulangan. Tapi harus dari lintas sektor, mengingat semakin kompleks nya peningkatan kesehatan jiwa.
“Kita berharap melalui surat Gubernur melalui TPKJM ini peran masing-masing stakeholder dan semua OPD dapat mendukung sepenuhnya. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr H Trisnawarman M Kes SpKKLP mengatakan, saat ini sudah terbentuk TPKJM. Dimana Dinas Kesehatan sebagai ketuanya dan melibatkan semua OPD dilingkungan Pemprov. Tak hanya itu TPKJM juga melibatkan Kemenag, Korem,BNN, BPJS dan semua stakeholder yang akan bergerak bersama.
Jadi bukan hanya tugas dari Dinkes dan Dinsos terkait dengan ODGJ. Tapi dalam hal pembinaan dan pencegahan makanya TPKJM tingkat provinsi ini dibentuk. Sehingga semua pihak bisa menekan angka masyarakat terkena dari gangguan kesehatan jiwa ini. Apa lagi kesehatan jiwa sendiri renta menyerang kaum muda.
“Bukan cuman kita yang bekerja tapi semua stakeholder yang terlibat di dalamnya. Jadi TPKJM ini akan menyentuh semua lini tidak hanya orang yang sudah sakit. Tapi lebih kepada pencegahan itu sendiri sehingga angka masyarakat terkena gangguan jiwa dapat ditekan,” harapnya.
Saat ini baru TPKJM Provinsi yang dibentuk. Tapi kemungkinan kedepannya TPKJM tingkat Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel akan segera dibentuk. Saat ada sebanyak 16.029 yang terdata mengalami gangguan kesehatan jiwa. Sedangkan dari data hanya sebanyak 14.155 yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan sebanyak 1.874 belum mendapatkan pelayanan.
Mengenai terbentuknya TPKJM sendiri sebenarnya sudah lama mau dikukuhkan. Hanya saja terbentur dengan anggaran sehingga sempat tertunda. Ini juga tidak ada kaitannya dengan masa mendekati pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi
” Jadi masih banyak masyarakat yang melakukan pemasungan kepada ODGJ ini. Ada juga yang masih pada usia produktif,” jelas dia. (Adi)














