Example 728x250 Example 728x250
BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Dirugikan Sebesar 500 Juta, Eliani Gugat Perusahaan Trading Solid Gold

×

Dirugikan Sebesar 500 Juta, Eliani Gugat Perusahaan Trading Solid Gold

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sidang perkara perdata yang menyebabkan kerugian dialami korban Eliani bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Senin (4/12/2023). Korban (Eliani) yang telah menginvestasikan dana sebesar Rp 500 juta di perusahaan yang bergerak di bidang Trading atau Pialang PT Solid Gold menggugat perusahaan tersebut.

Dihadapan hakim tunggal Kristanto Sianipar SH MH, dihadiri oleh pihak penggugat dan tergugat serta menghadirkan tiga orang saksi

Dalam fakta persidangan Saksi Hamida menuturkan, korban Elini bercerita bahwa dirinya berinvestasi di PT Solid Gold. Korban menjelaskan saat Ia bergabung berinvestasi di sana, Ia diyakinkan dana yang ditanamkan bisa ditarik lagi, namun ternyata korban Eli mengalami kerugian dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta.

“Investasi yang pertama Rp 100 juta dan mendapat keuntungan sebesar Rp 30 juta namun tidak lama dari situ ibu Eli melakukan penambahan uang investasi sebesar Rp 200 juta dengan iming-iming dari Putu yang merupakan pimpinan cabang bahwa uang tersebut jika ingin di ambil harus melakukan top up lagi, namun setelah itu dana di Akun Korban Eli mengalami kemerosotan/penurunan dan jika ingin melakukan penarikan uang yang sudah ditanamkan maka korban diharuskan melakukan top up lagi sebesar Rp 500 juta,” terang saksi dihadapan hakim.

Pada Keterangan Saksi, Ahmad Najamuddin menerangkan bahwa korban sempat ke rumahnya  untuk meminjam uang sebesar Rp 200 juta. Eli ingin meminjam uang tersebut sebagai dana tambahan untuk bisa melakukan penarikan uang yang telah ditanamkan di PT Solid Gold.

“Ketika ingin meminjam uang kepada saya Eli menjanjikan keuntungan 10 persen jika dirinya berhasil melakukan penarikan uang yang telah di investigasi kan di PT Solid Gold.

Sedangkan Saksi Tiara dari pihak PT Solid Gold dan merupakan mantan karyawan yang saat itu menjabat sebagai kepala operasional dalam kesaksiannya mengatakan, korban pernah melakukan penarikan anggaran sebesar Rp 30 juta.

“Dana korban yang masuk ke Rekening terpisah dari PT Solid Gold, keuntungan perusahan didapatkan dari akun yang telah dimainkan dari situ akan mendapatkan Fee, tidak memikirkan nasabah mau rugi atau tidak. Terkait pendaftaran melalui SOP dengan mengisi data diri dan diarahkan untuk melakukan transfer dana,” terang mantan karyawan Solid Gold.

Saat diwawancarai usai sidang melalui penasehat hukum penggugat, Anton Nurdin mengatakan, agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi.

“Kami gugat PT Solid Gold karena klien kami dirugikan investasi di perusahaan tersebut sebesar Rp 500 juta,” jelasnya.

Diterangkan Anton Nurdin, kronologis kejadian berawal saat kliennya didatangi oleh marketing PT Solid Gold Berjangka untuk mengajak berinvestasi dengan mengiming-imingi klienya dengan modal investasi sebesar Rp 100 juta akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 30 juta.

Setelah terbujuk berinvestasi, Lalu dalam perjalanan investasi tersebut, klien  diminta untuk menyuntik dana lagi sebesar Rp 200 juta dengan alasan dari pihak perusahaan mengatakan kondisi trading kliennya tidak aman dalam marginnya.

“Semoga saja dalam hal ini pengadilan akan sangat bijak menentukan dari keputusannya bahwasanya PT Solid Gold ini sudah merugikan klien kami sebesar Rp 500 juta dipotong keuntungan 30 juta artinya 470 juta,” tutupnya.

Sementara itu saat diwawancarai melalui penasehat hukum tergugat PT Solid Gold, enggan memberikan komentar dan terkesan menghindar dari awak media dengan bergegas pergi tanpa ada klarifikasi sedikitpun.