BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMKOT PALEMBANG

Bank Sumsel Babel Dorong Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Minyak Jelantah

×

Bank Sumsel Babel Dorong Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Minyak Jelantah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) pengolahan limbah minyak jelantah di Bank Sampah Kenanga, di Jalan Faqih Jalaludin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Sumsel, Jumat (8/12/2023).

Bantuan CSR kali ini mencakup alat pengolah sampah yang digunakan dalam proses pengolahan minyak jelantah dengan harapan berdampak terhadap lingkungan dan juga ekonomi masyarakat.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin mengatakan, peran BPD Bank Sumsel Babel tidak hanya dalam menjalankan bisnis perusahaan, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Bantuan CSR tidak hanya dianggap sebagai kewajiban sosial, melainkan juga sebagai investasi produktif yang dapat berkembang dalam mendukung keberlanjutan sektor usaha dan lingkungan yang baik,” jelasnya.

Achmad Syamsudin menjelaskan, dengan bantuan itu, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah dalam pelestarian lingkungan.

“Tentunya, diharapkan akan menjadi contoh positif terhadap agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.

Bantuan diserahkan Dirut Bank Sumsel Babel Kepada Pengurus Bank Sampah, Nyimas Eli.

“Kami berterima kasih dengan bantuan ini, dan tentunya akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutur Eli.

Seperti diketahui, pengolahan minyak jelantah ini dilakukan dengan campuran soda api, pewangi dan zat pewarna.

Proses ini tidak hanya memanfaatkan limbah, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan dengan cara yang inovatif.

Soda api, digunakan sebagai bahan pengentalan minyak jelantah, minyak jelantah dicampur dengan arang dan didiamkan selama dua hari, sebelum diolah menjadi sabun.

Upaya ini dinilai mampu mengoptimalkan bahan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat dan juga bernilai ekonomis.

“Alhamdullilah, dengan bantuan tersebut, tentu dapat menunjang kami dalam berkarya. Mudah-mudahan ekonomi kami disini meningkat,” tukas Eli.