Reporter : Reza Fajri
PALEMBANG, Mattanews.co – Menanggapi adanya salah satu anak didiknya, yang dilaporkan ke SPKT Polrestabes Palembang karena telah menusuk korban Fran (16) sebanyak dua lobang, saat bertemu di Rusun Blok 4 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil pada Selasa (22/10/2019) pukul 16.00 WIB silam, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N I Palembang, Dra Hijrah Baiti MSi enggan berkomentar banyak.
“Memang benar HK anak didik kami. Dikarenakan kejadiannya diluar sekolah, kami angkat tangan. Itu urusan mereka, bukan tanggung jawab kami,” jelas Kepala Sekolah SMK N I Palembang, Dra Hijrah Baiti MSi singkat, saat diwawancarai di kantornya, Rabu (23/10/2019) siang lalu, saat dimintai keterangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penyidik Reskrim Polrestabes Palembang, masih terus melengkapi berkas perkara penganiayaan yang menimpa korban Franki (16), yang ditusuk sebanyak dua lobang menggunakan kris oleh pelaku HK (16), ketika bertemu di Rusun Blok 4 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil pada Selasa (22/10/2019) pukul 16.00 WIB.
Sementara, penyidik Reskrim Polrestabes Palembang, masih terus melengkapi berkas perkara penganiayaan yang menimpa korban Franki (16), yang ditusuk sebanyak dua lobang menggunakan kris oleh pelaku M Haikal ,(16), ketika bertemu di Rusun Blok 4 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil pada Selasa (22/10/2019) sekira pukul 16.00 WIB silam.
“Laporannya masih dalam proses tindak lanjut. Segera mungkin kita panggil pelaku guna diambil keterangannya,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH kepada wartawan online media ini, Jumat (25/10/2019).
Kejadian sendiri dilaporkan orang tua korban, Saripah (58) warga Jalan Letnan Jaimas RT 14 RW 04 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil ke SPKT Polrestabes Palembang, yang diterima Ipda Juan, dengan bukti laporan polisi : LPB/2351/X/SUMSEL/RESTA/SPKT Tanggal 22 Oktober 2019.
“Kejadian bermula saat Dani terlibat pertengkaran dengan pelaku. Karena rekanan pelaku banyak, Dani kabur meninggalkan sepeda motornya dilokasi. Lalu, saya dan Aldi diutus untuk mengambil sepeda motor dani yang tertinggal, karena tidak senang, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam jenis keris dan menusuk saya sebanyak dua kali,” terang korban, yang didampingi orang tuanya saat membuat laporan resmi di SPKT Polresta Palembang.
Editor : Selfy














