Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co – Program satu sapi satu kepala keluarga (KK) mulai digulirkan pemerintahan Kabupaten Banyuasin bangkit, hal ini merealisasikan janji ketika masa kampanye Bupati terpilih H.Askolani Jasi.SH.,MH. Kegiatan ini dikemas dalam salah satu program Banyuasin Bangkit dari 7 program unggulan Petani Bangkit.
Banyak pihak menyoroti program yang sangat luar biasa tersebut, yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat terkhusus peternak.
Dimas, tokoh muda Banyuasin mengapresiasi ide dan gagasan pemerintah Banyuasin, karena menurutnya dengan program ini ketika memang jelas regulasinya, sumber dana dan mengena benar – benar kesasaran ke masyarakat maka akan baik hasilnya.
“Optimis jika memang jelas regulasi, sumber dana dan ketepatan sasaran program, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi petani peternak,” kata Dimas.
Diketahui, pada umumnya di masyarakat masih binggung seperti apa kreteria warga yang bisa mendapatkan bantuan sapi, sementara kalimat satu KK satu sapi masih ambigu (bermakna ganda), hal ini juga perlu dijelaskan agar tidak ada kecemburuan sosial bagi yang tidak menerima manfaat program tesebut,” ungkapnya.
Menangapi hal itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin Aidil Fitri SP. Msi, mengatakan dirinya sangat berterimakasih rekan – rekan media dan aktivis sudah memberi masukan, kritik dan saran.
“Program petani bangkit ini memang butuh support dari semua pihak, mulai dari dana yang tidak bisa terealisasi jika hanya mengandalkan APBD, tentu butuh dukungan dana APBN atau bisa melalui aspirasi dewan, investor bahkan jika memungkinkan melalui dana CSR, tinggal lagi di buat regulasinya Perbup dan Perdanya,” jelasnya.
Menurutnya, Banyuasin 2/3 mengelilingi Palembang diharapkan dengan program ini, Banyuasin bisa menjadi pemasok sapi di Sumsel serta luar Sumsel. Memang tiga hal perlu diperhatikan dalam ternak sapi pertama ras, kandang dan pakan.
Sementara terkait kalimat atau slogan satu sapi satu KK, itu tetap didata melalui kelompok peternak. Dalam satu kelompok terdiri 15 sampai 20 anggota mengelola sepuluh ekor sapi yang terdiri dari sapi jantan dan betina.
“Berjalannya waktu pembiakan ternak sapi tentu akan berkembang beranak pinak sehingga sampailah setiap anggota kelompok atau KK memiliki 1 ekor sapi,” paparnya.
Sambungnya, untuk tahap awal 100 sapi dibagikan sesuai dengan permohonan kelompok tani. Penunjang lainnya seperti rumah potong hewan yang ada di Betung sudah akan di fungsikan dalam waktu dekat. “Sarana sumur bor di dibuatkan tinggal lagi jalan menuju ke RPH perlu pembenahan agar tempat tersebut menjadi tempat persentatif bagi pemilik hewan memotong hewannya disana,” papar Aidil.
Program ini disambut hangat Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin seperti diutarakan ketua DPD Banyuasin Indo Sapri.
“Kami menyambut hangat program ini, selaku ormas yang selalu berdampingan dengan program pemerintah kami mendukung penuh program ini agar benar – benar terwujud kesejahteraan peternak, sesuatu yang diawali dengan niat baik kami yakin akan bebuah kebaikan,” tegasnya.
“Mari kita sukseskan program petani bangkit, kita bahu membahu membangun Banyuasin tercinta ini dengan keahlian masing – masing, muaranya tercapainya program banyuasin bangkit adil dan sejahtera serta religius terwujud,” tutupnya.
Editor : Anang














