POLITIK

Romanus Higimur: Pemilu Untuk Kita

×

Romanus Higimur: Pemilu Untuk Kita

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mokhsen

FAKFAK, PAPUA, Mattanews.co – Di era demokrasi sekarang, warga masyarakat Indonesia dituntut untuk harus berpartisipasi secara aktif karena dengan berpartisipasi aktif, secara tidak langsung kita ikut meningkatkan kualitas Pemilihan Umum (Pemilu) dan demokrasi di Indonesia.

Demikian dikatakan Romanus Higimur S.SI, pada Senin (28/10/2019) yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tahun 2019.

Menurutnya, secara normatif Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan wakil Presiden serta untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dilaksanakan secara Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil (Jurdil).

Lanjut Romanus yang saat ini menjabat sebagai Staf Teknis di KPU Propinsi Papua Barat, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang- undang Dasar 1945. (Pasal 1 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2017), Pemilu juga dirumuskan sebagai prosedur dan mekanisme Konversi suara pemilih menjadi kursi penyelenggara negara, yaitu Legislatif dan Eksekutif.

“Pemilu juga merupakan penyerahan atau pendelegasian sebagian kedaulatan dari rakyat kepada peserta Pemilu (Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden dan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah) yang bertujuan untuk melaksanakan keputusan politik sesuai kehendak rakyat,” katanya.

Tambah dia, Pemilu juga merupakan pemindahan berbagai macam perbedaan dan pertentangan kepentingan dari masyarakat ke dalam lembaga legislatif dan eksekutif, untuk dibahas secara terbuka dan beradab. “Pemilu merupakan sarana untuk rakyat dalam menyampaikan aspirasi politik dalam berdemokrasi, rakyat pemegang kekuasaan tertinggi yang artinya kedaulatan berada di tangan rakyat,” tuturnya.

Melalui uraian singkat diatas, secara sederhana dapat dijelaskan bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin untuk mengelolah kepentingan mereka di Pusat secara Nasional dan Daerah secara Regional. “Pemilu merupakan cara untuk memilih mereka yang duduk di legislatif dalam pemilihan legislatif dan eksekutif dalam pemilihan Presiden dan wakil Presiden dan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Di satu sisi pemilihan umum sangat penting untuk masyarakat, karena Pemilihan umum menjadi arena bagi seluruh warga negara Indonesia untuk mengekspresikan hak- hak dasar secara bebas,” paparnya.

Mantan komisioner KPU Fanfak devisi Hukum itu juga memberikan perumpamaan bahwa hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk berkumpul dan berserikat serta bebas dari rasa takut, dengan pemilihan umum akan tersedia peluang rekruitmen politik yang terbuka dan adil karena semua warga negara mempunyai peluang yang sama untuk memilih dan dipilih.

“Sebagai warga negara yang baik sudah seyogianya ikut berpartisipasi menggunakan hak pilih kita secara otonom,bertanggung jawab dan tanpa tekanan dari pihak manapun. Dengan berparsipasi aktif dan optimal dari kita sebagai warga negara dalam pemilihan umum akan menghasilkan pemilihan umum yang berkualitas dan bermartabat,” ucapnya.

“Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentunya harus berpartisipasi dalam Pemilu, harus terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sesuai batas usia 17 tahun/sudah menikah, sebagaimana diatur dalam Undang undang Pemilu yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan
Umum (KPU), dengan begitu agar bisa untuk dapat menyalurkan hak hak demokrasinya secara langsung,” tambahnya.

Romanus menuturkan, Pemilu merupakan media independen bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam menentukan sebuah perubahan bagi bangsa dan negara. “Artinya satu suara kita ikut menentukan nasib kita secara nasional dan regional, sehingga sangat disayangkan jika kita tidak berpartisipasi,” pintanya.

Harapan Aktivis PMKRI itu bahwa, kita akan memiliki kualitas yang dibutuhkan, sebagai warga negara dan harus berusaha untuk berpartisipasi secara aktif. “Oleh sebab itu, mari tunjukan diri kita sebagai warga masyarakat Indonesia yang berbakti kepada bangsa dan negara, dengan berpartisipasi aktif kita ikut menentukan nasib bangsa kita ke depan,” tutupnya.

Editor : Anang