MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Bakal Calon Bupati Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dr. Kasil Rokhmat, MMRS., FISQua., menyebut sang pembuat strategi politik senyam-senyum, Kamis (25/7/2024).
Menurut dia, dalam hal politik itu apa yang terlihat di luar, tidak selalu menggambarkan apa yang sedang di rencanakan oleh sang pembuat strategi.
Pernyataan itu dikatakan Kang Kasil yang digadang-gadang akan mengantongi rekomendasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), lebih akrab disapa dalam narasi cerita pendek yang berjudul Dinamika Politik vs Harapan Politik.
“Jadi begini, dalam kamus politik itu apa yang terlihat di luar tidak selalu sama dengan apa yang direncanakan oleh sang pembuat strategi,” ucap Kang Kasil.
Kang Kasil masih tercatat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur menambahkan narasi cerita pendek berjudul Dinamika Politik vs Harapan Politik, ia membuat sebuah ilustrasi suatu hari sang istri mengeluh tidak enak makan sudah beberapa hari.
Padahal, sambung dia, secara fisik dan psikis tidak ada masalah. Tentu saja sebagai suami yang baik berpikir untuk mencari sebuah solusi.
“Solusi pertama adalah mengajaknya mencari makan diluar yang istri suka. Tapi ternyata, tidak sesuai ekspektasinya, sedikit saja sudah kenyang menurut sang istri. Kebetulan besoknya itu bertepatan hari minggu, pagi sehabis salat subuh langsung saya mengajak untuk olahraga bersepedagan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kang Kasil menjelaskan dalam olahraga bersepeda itu ia masuk ke kampung-kampung, hingga sampai di persawahan.
Keringat bercucuran, jelas dia, hingga akhirnya sekitar pukul 08.00 WIB istri mengeluh lapar, lalu singgah ke warung kecil letaknya di pinggiran sawah.
“Dan ternyata dengan menu sederhana itu sang istri lahap makannya sampai nambah lagi, bahkan sampai bilang sudah kelaparan karena bersepeda hampir dua jam lamanya,” terangnya.
Lebih dalam dia memaparkan dari ilustrasi cerita pendek itu sebenarnya sebuah harapan
politik adalah keinginan dari berbagai pihak untuk tujuan politik tertentu, dan dalam ilustrasi di atas hampir identik dengan problem istri tidak suka makan selanjutnya ia berharap agar biar suka makan dengan baik.
Masyarakat berharap, kata dia, dengan perhelatan politik lahir pemimpin sesuai yang diinginkan, begitu juga partai politik juga punya harapan, termasuk dengan calo-calo politik juga punya harapan tertentu.
“Harapan politik dari berbagai pihak akan melahirkan analisa politik dari masing-masing kepentingan, dan akan melahirkan strategi dan langkah politik. Sedangkan langkah politik yang nampak dipermukaan sebagaimana yang kita rasakan itu yang kita sebut sebagai dinamika politik. Mengajak istri makan di luar atau mengajak olah raga sepedahan itu identik dengan dinamika politik. Strateginya adalah membuat perut lapar dengan sepedahan. Dalam hal politik itu apa yang terlihat di luar tidak selalu menggambarkan apa yang sedang di rencanakan oleh sang pembuat strategi, bisa sangat gamblang dibacanya, bisa upaya pengecohan untuk pihak lawan. Makanya, banyak komentator yang berkomentar ini dan itu. Tapi sang pembuat strategi mungkin sambil senyam senyum mengamati, umpan-umpan yang sedang ditebar sambil menyeruput kopi dan mengukir asap rokok dari mulutnya. Selamat untuk para kandidat. Anda sebagai bidak catur atau pemain caturnya,” pungkasnya.














