MATTANEWS.CO, FAKFAK – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak gencar membentuk Kampung Keluarga Berkualitas pada 142 Kampung dan 7 Kelurahan, di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (28/10/2024).
Kepala DP3AP2KB Zulchaidah Bauw S. Sos. M.Si melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ruhaya La Abukena, S.STP, MM, kepada wartawan online Nasional Mattanews.co menyampaikan, pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas berdasarkan pada instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 3 tahun 2022 tentang optimalisasi penyelengaraan Kampung keluarga berkualitas dan merujuk pada keputusan Bupati Fakfak Propinsi Papua Barat nomor 400.2-197 TAHUN 2024, tentang pembentukan Kampung keluarga berkualitas dan rumah data kependudukan tingkat Kampung.
Disampaikan Ruhaya La Abukena, bahwa sejak tahun 2018 sudah dilaunching Kampung Berkualitas dan hingga saat ini barulah terbentuk di 36 Kampung.
“Saat ini kami gencar turun ke 142 Kampung dan 7 Kelurahan dalam melakukan sosialisasi dan menjelaskan apa itu Kampung Berkualitas pada masarakat sekaligus melakukan pembentukan Kampung berkualitas,” ungkapnya.
Ruhaya La Abukena menjelaskan, selain masyarakat memahami apa itu Kampung Berkualitas, proses pendaftaran juga harus melalui aplikasi, sehingga pihaknya harus terjun langsung dilapangan untuk melakukan pendampingan.
“Kami berharap melalui sosialisasi dan pembentukan, agar 142 Kampung dan 7 Kelurahan di Fakfak semuanya menjadi Kampung berkualitas,” urainya.
Lebih lanjut disampaikan Kepala Bidang Keluarga Berencana ini bahwa, sesuai atribut pada Kampung Berkualitas, masyarakat diharapakan agar dapat berkualitas, baik melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), maupun pada Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
“Semua atribut tersebut akan terintegrasi dengan Kampung Berkualitas dan kelurahan,” tuturnya.
Selain itu, Ruhaya La Abuken juga menyebut pentingnya ada rumah dataku yang dapat diperoleh data pada setiap Kampung, diharapkan semua Kampung agar dapat mengupdate data, baik berkaitan dengan data bayi balita, data jumlah yang melaksanakan posyndu, jumlah ibu hamil dan data kependudukan lainya harus lengkap.
“Kita kerja harus berdasarkan pada data, sehingga benar benar akurat dalam menjalankan kegiatan,” tuturnya.














