MATTANEWS.CO, PALEMBANG — Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda di Sumatera Selatan menyerukan aksi solidaritas bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional. Seruan aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kantor DPRD Sumsel, Senin (11/5/2026).
Aksi kali ini mengusung tema “Solidaritas Aksi Mahasiswa & Pemuda” dengan membawa berbagai tuntutan terkait pendidikan, kesejahteraan guru, hingga pengawasan anggaran publik. Massa aksi juga menyuarakan kritik keras terhadap lembaga legislatif daerah dengan slogan bernada protes terhadap wakil rakyat.
Koordinator aksi menyebutkan bahwa demonstrasi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait dunia pendidikan yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan dalam seruan aksi tersebut antara lain:
- Mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.
- Mengutamakan kesejahteraan guru sebagai fondasi utama pendidikan.
- Mendesak pembubaran program dan koperasi yang dinilai berpotensi menjadi sarang korupsi.
- Meminta pengawasan terhadap jalur prestasi dan zonasi dalam penerimaan mahasiswa baru.
- Meninjau ulang anggaran renovasi dan pengadaan perlengkapan rumah dinas DPRD Sumsel.
- Mendesak sejumlah pimpinan DPRD Sumsel untuk mundur dari jabatan terkait dugaan penggunaan anggaran yang dianggap tidak transparan.
Poster aksi juga menampilkan sejumlah simbol perlawanan dan antikorupsi, seperti tulisan “Pendidikan Bukan Untuk Bisnis” serta “Lawan Korupsi! Selamatkan Pendidikan”.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Provinsi Sumatera Selatan terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. Aparat keamanan diperkirakan akan melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kerumunan dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.














