MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Setiap hujan deras mengguyur Kota Palembang, warga kampung Ariodillah khususnya di lingkungan Rt.34 dan 34A Kelurahan 20 Ilir D.IV, Kecamatan IT.I selalu dihantui rasa cemas.
Bagaimana tidak, kampung Ariodillah, khususnya di jalan AriodilIah III tepatnya dekat masjid Al-Amaliyah jika hujan deras selalu menjadi langganan banjir yang cukup dalam.
Selain banjir karena hujan, diduga akibat lalai dan kurangnya perhatian dari pihak sekolah, banjir diperparah oleh jebolnya dinding pembatas milik SMK Negeri 2 Palembang dengan kampung Ariodillah III yang mengakibatkan debit air mengalir ke kampung Ariodillah cukup besar.
Seperti yang dialami oleh salah satu warga inisial JJ, dirinya mengungkapkan, dampak dari jebolnya dinding pembatas tersebut rumahnya terendam banjir sedalam lebih kurang 1(satu) Meter.
Pihak sekolah memperbaiki dinding pembatas dengan menambah ketinggian. Semestinya yang harus diperbaiki dinding pembatas bagian bawah karena sudah pada retak dimakan usia.
“Rumah kami banjir akibat dinding pembatas SMK Negeri 2 Palembang jebol, barang kami rusak semua, kami sampai mengungsi, ” Jelas JJ saat ditanyai Selasa (11/3/2025).
Masih kata JJ menjelaskan, kampung Ariodilla memang sering banjir, tapi tidak seberapa. Dengan jebolnya dinding pembatas tersebut banjir jadi semakin dalam dan setelah air surut pasti menyisakan tumpukan tanah bercampur lumpur.
“Parit sudah dibuat, akibat kalian (SMK Negeri 2 Palembang) membuat dinding pembatas baru, parit jadi tertutup, maunya kalian apa ya,?,” tegas JJ.
Ditempat terpisah saat awak media konfirmasi bersama Bapak H. Suparman, S.Pd., M.Si selaku kepala sekolah menanggapi, bahwa air yang masuk ke areal sekolah tersebut berasal dari banjir di jalan raya depan pintu gerbang sekolah dan dari perumahan yang ada di jalan Trikora.
“Masalah ini sudah disampaikan ke Pemerintah Kota Palembang dan PUPR, solusinya kolam dibelakang sekolah akan dibuat menjadi kolam retensi, ditimbun atau dibuatkan pipa penyaluran pembuangan air,” pungkasnya.














