BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Mahasiswa UNTAN Ikut Bangun Desa Lewat Program TMMD Reguler ke -124 Mempawah

×

Mahasiswa UNTAN Ikut Bangun Desa Lewat Program TMMD Reguler ke -124 Mempawah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui partisipasi aktif dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Program kolaboratif antara TNI dan masyarakat ini menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kegiatan pembangunan dan pemberdayaan desa.

Kegiatan TMMD Reguler ke-124 kali ini dilaksanakan di salah satu desa di Kabupaten Mempawah.

Puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas di UNTAN bergabung bersama personel TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-124 dan warga setempat untuk membangun infrastruktur desa, seperti pembuatan rambat beton, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyuluhan.

Salah satu mahasiswa peserta, Apriana Hikmawan dari Fakultas Hukum, mengungkapkan bahwa pengalaman terjun langsung ke lapangan memberinya perspektif baru tentang tantangan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Kami tidak hanya membantu membangun secara fisik, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat desa dan pentingnya kerja sama lintas sektor,” katanya.

Sementara itu, Inf Benu Supriyantoko selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-124, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat kolaborasi yang terjalin antara TNI, mahasiswa dan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa UNTAN dalam program TMMD ini sangat kami apresiasi. Mereka tidak hanya datang dengan semangat muda, tetapi juga membawa pengetahuan dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa,” ujar Letkol Inf Benu Supriyantoko.

Tak hanya itu, sinergi antara TNI dan mahasiswa terbukti mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan sosial di lapangan.

“Ini adalah bukti bahwa membangun desa bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa,” tutur Dansatgas.

Letkol Benu berharap, melalui TMMD, sinergi antara perguruan tinggi dan TNI diharapkan terus memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bekal penting dalam menyiapkan diri sebagai agen perubahan yang siap berkontribusi untuk negeri,” terangnya.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 yang digelar di Kabupaten Mempawah menyisakan kesan mendalam bagi para mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang turut ambil bagian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di luar kelas, tetapi juga turut merasakan langsung semangat gotong royong dan kerja nyata membangun desa bersama TNI dan masyarakat.

Sejumlah mahasiswa UNTAN yang terlibat dalam program ini menyampaikan testimoni positif atas pengalaman berharga tersebut.

Apriana Hikmawan, mahasiswa Fakultas Hukum, mengaku terkesan dengan semangat kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.

“Saya belajar banyak dari masyarakat dan TNI. Kami bekerja sama membangun jalan desa dan fasilitas umum. Ini pengalaman luar biasa yang tidak bisa saya dapatkan di kampus,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya, Amru, menambahkan bahwa program TMMD menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda.

“Kami bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang kami pelajari untuk membantu warga, seperti memberikan penyuluhan tentang pertanian organik dan pemanfaatan lahan pekarangan,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan TMMD Reguler ke-124 ini tidak hanya berhasil dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan, solidaritas, dan semangat pengabdian di kalangan generasi muda.

“Mahasiswa UNTAN pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial di lapangan,” urainya.

Mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 yang digelar di Kabupaten Mempawah, mahasiswa UNTAN turut ambil bagian membantu anggota Satgas dalam pembangunan infrastruktur desa, salah satunya berupa pembangunan rambat beton.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan jalan penghubung antar dusun di desa sasaran. Rambat beton yang dibangun memiliki fungsi vital untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, terutama di musim hujan saat jalan tanah menjadi licin dan sulit dilalui.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa bekerja bahu-membahu bersama personel TNI dan warga setempat, mulai dari pengangkutan material, pencampuran semen, hingga proses pengecoran.

Letkol Inf Benu Supriyantoko selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-124, memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi aktif mahasiswa Universitas Tanjungpura dalam pembangunan rambat beton di desa sasaran.

“Kehadiran mahasiswa UNTAN di lokasi TMMD menjadi energi positif bagi seluruh Satgas. Mereka tidak hanya membantu secara fisik dalam pembangunan rambat beton, tetapi juga menunjukkan semangat, kepedulian, dan rasa ingin belajar yang tinggi,” papar Letkol Inf Benu Supriyantoko.

Tak hanya itu, sinergi seperti inilah yang kami harapkan, di mana TNI, mahasiswa, dan masyarakat bisa bahu-membahu membangun desa.

“Ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang membangun karakter generasi muda Indonesia,” urainya.

Salah satu mahasiswa, Dina Rachmawati dari Fakultas Hukum UNTAN, mengaku senang bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan rambat beton ini.

“Meski capek dan panas, kami merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan desa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka mata kami tentang pentingnya kerja sama lintas sektor,” ungkapnya.

Menurut Dia, pembangunan rambat beton ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD ke-124, yang juga meliputi perbaikan jalan, pembangunan drainase, serta kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan sosialisasi kepada warga desa.

“Keterlibatan mahasiswa UNTAN dalam kegiatan TMMD membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademik, TNI, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif yang nyata bagi pembangunan desa,” tuturnya.

Komandan SSK TMMD Ke-124 Kapten Czi Kiki Gunawan mengajak para mahasiswa S2 Magister Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) untuk meninjau langsung pembangunan rumah layak huni milik warga di Dusun Nikmat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya edukatif dan sinergi antara TNI dan akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kapten Kiki mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk transparansi sekaligus edukasi bagi mahasiswa tentang pentingnya program TMMD yang menyasar langsung kebutuhan dasar warga.

“Mereka harus tahu bahwa pembangunan bukan hanya teori di ruang kuliah, tapi juga perjuangan nyata di lapangan,” ujarnya.

Para mahasiswa tampak antusias saat diajak menyaksikan langsung proses pengecoran dan pemlesteran dinding rumah.

Mereka sempat berdialog dengan tukang dan warga yang ikut bergotong-royong membangun. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali menyaksikan kerja TNI dari dekat.

Dalam kesempatan itu, Kapten Kiki juga menyampaikan pesan bahwa pembangunan fisik seperti rumah layak huni adalah bagian integral dari ketahanan nasional.

“Jika masyarakat hidup nyaman dan sehat, maka stabilitas negara akan kuat,” tambahnya.

Kehangatan dan keakraban tampak jelas, mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun desa.

Mahasiswa S2 Magister Hukum Universitas Tanjungpura tak menyangka akan diajak langsung oleh Kapten Czi Kiki Gunawan untuk melihat dari dekat proses pembangunan rumah layak huni dalam program TMMD Ke-124.

Ria, salah satu mahasiswa, mengaku sangat kagum menyaksikan semangat gotong royong antara TNI dan warga.

“Selama ini kami hanya tahu TMMD dari media, tapi hari ini kami menyaksikan langsung bagaimana pembangunan dilakukan dari nol, dengan keterlibatan masyarakat yang luar biasa,” ucapnya.

Menurut Ria, kegiatan seperti ini sangat membuka wawasan, terutama bagi kalangan akademisi.

Ia berharap kolaborasi antara kampus dan TNI terus ditingkatkan dalam berbagai aspek pengabdian masyarakat, tidak hanya terbatas pada kegiatan formal.

Mahasiswa lain, Andi, bahkan sempat mencoba membantu proses pengadukan semen saat melihat para personel Satgas bekerja. Ia merasa hal itu menjadi simbol kecil dari kebersamaan yang terjalin dalam TMMD.

Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi untuk lebih peduli terhadap pembangunan desa sebagai bagian dari tugas keilmuan mereka di bidang hukum.