PEMERINTAHAN

BULOG Putussibau Dukung Program Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung di Kapuas Hulu 

×

BULOG Putussibau Dukung Program Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung di Kapuas Hulu 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Cabang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (PERUM BULOG) Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, menyatakan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah bersama pihak kepolisian melalui kegiatan Panen Raya Jagung.

Kegiatan panen ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan komoditas jagung sebagai salah satu bahan pangan strategis di wilayah Kapuas Hulu.

Kepala Pimpinan Cabang PERUM Badan Urusan Logistik (BULOG ) Putussibau Kartika menegaskan bahwa pihaknya siap menampung hasil panen petani dengan tetap memperhatikan standar mutu yang berlaku.

“Untuk menjaga kualitas jagung di gudang BULOG, kadar air maksimal yang diterima adalah 14% dengan kadar aflatoksin 50 Ppb. Sedangkan untuk pembelian langsung dari petani BULOG membeli harga Rp 5.500 per kilogram yang ditentukan pemerintah sesuai Inpres No 10 tahun 2025 dengan kadar air antara 18% hingga 20%,” terang Ka. Bulog Putussibau.

Dengan adanya program panen raya jagung ini, BULOG berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani jagung lokal serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Apakah target bakal tercapai, saya tidak bisa menjanjikan, tapi insya Allah bakal ada realisasi. Sesuai info yang kami terima, kemungkinan besar panen raya jagung nanti di bulan September,” katanya.

Dijelaskan Kartika, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Polres dan pihak terkait lainnya, secara khusus daerah-daerah yang memiliki potensi panen jagung.

Ka. Bulog Putussibau, Kartika juga berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas alat pengering jagung untuk mendukung peningkatan kualitas hasil panen para petani jagung di wilayah tersebut.

Menurutnya, ketersediaan alat pengering jagung sangat penting untuk menekan kadar air hasil panen agar sesuai dengan standar yang diterapkan oleh BULOG.  Sebagaimana diketahui, jagung yang disimpan di gudang BULOG harus memiliki kadar air maksimal 14% dengan kadar aflatoksin 50 ppb.

“Saat ini jagung yang dihasilkan petani rata-rata masih memiliki kadar air di kisaran 18 hingga 20 persen. Akibatnya, harga jual ke BULOG juga menyesuaikan dengan kadar air tersebut. Kalau ada alat pengering, kualitas jagung bisa lebih baik dan harga yang diterima petani pun lebih optimal,” jelas Kartika.

Ia menambahkan, dengan adanya fasilitas pengering, proses pascapanen akan lebih efisien dan hasil jagung akan memenuhi standar mutu yang dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan di Kapuas Hulu.

BULOG Putussibau sendiri terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, salah satunya melalui kegiatan Panen Raya Jagung yang melibatkan petani dan pihak kepolisian. (*)