MATTANEWS.CO, SULBAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju melayangkan somasi keras kepada Perum Bulog di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Somasi dilayangkan lantaran lonjakan drastis harga beras yang mencekik masyarakat saat ini. Kenaikan harga bahan pokok yang tidak terkendali ini dinilai sangat menyengsarakan rakyat, dengan harga beras 25 kg yang kini menembus Rp410.000.
Ketua HMI Cabang Mamuju, Dahril mendesak Bulog untuk segera menstabilkan harga dengan mengedarkan kembali beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Sangat aneh, katanya Bulog mendukung swasembada pangan 40 ribu ton, mengapa beras melonjak tinggi, dan anehnya beras SPHP tidak diedarkan,” kata Dahril Via WhatsApp, Minggu (6/7/2025) malam.
HMI Mamuju menilai klaim swasembada pangan oleh Bulog hanyalah pencitraan belaka, sementara di lapangan rakyat justru menderita untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Jangan hanya pencitraan swasembada pangan, namun nyatanya rakyat sengsara untuk kebutuhan dasar saja sangat susah,” katanya.
Ia juga mengatakan, beberapa minggu terakhir, masyarakat terpaksa membeli beras dalam kemasan 5 kilogram karena tidak mampu menjangkau harga beras yang melambung tinggi.
“HMI Mamuju menuntut Bulog segera mengambil tindakan konkret dan bertanggung jawab penuh atas krisis beras ini,” tegas Dahril.














