MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tulungagung Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar kirab budaya mengambil garis start di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menuju tempat pelaksanaan jamasan Kanjeng Kyai Upas di Dalem Kanjengan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung Kota setempat, Jumat (11/7/2025).

Pantauan Mattanews.co, Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekda Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si., bersama jajaran Forkopimda hadir dalam Upacara adat Jamasan pusaka Kanjeng Kyai Upas tahun 2025.
Saat dijumpai, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ritual adat yang sarat akan nilai-nilai tradisi dan spiritualitas dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah.
“Jamasan ini merupakan warisan budaya yang telah berlangsung sejak lama. Selain sebagai bentuk pelestarian adat leluhur, kegiatan ini juga diharapkan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Tulungagung,” ucap Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa di hadapan awak media.
“Harapan kami dengan kegiatan ini, masyarakat Tulungagung diberi kesehatan, ketenteraman, dan kedamaian. Media juga diharapkan turut bersinergi untuk menyukseskan visi dan misi bupati demi kemajuan Tulungagung 5 tahun ke depan,” imbuhnya.
Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh elemen baik legislatif, eksekutif, TNI, Polri, maupun masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis di Tulungagung sehingga upacara adat Jamasan pusaka Kanjeng Kyai Upas tahun 2025 berjalan dengan lancar dan sukses.
Menariknya, sambung Gatut Sunu, pelaksanaan jamasan tahun ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pengisi acara bernuansa modern.
“Hal ini dinilai sebagai bagian dari upaya Pemkab untuk mengangkat potensi pariwisata daerah,” tambahnya.
“Alhamdulillah ini semua berkat dukungan dari semua stakeholder kegiatan ini membuka ruang untuk pedagang dan pelaku usaha kecil, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya,” sambungnya.
Lebih lanjut menanggapi wacana menjadikan lokasi pusaka sebagai bagian dari kawasan cagar budaya, Gatut Sunu menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi. Namun, jika rencana tersebut membawa manfaat, Pemkab siap mendukung sepenuhnya.
“Kalau itu bertujuan baik untuk masyarakat, kami siap mendukung demi keberhasilan bersama,” terangnya.
“Tradisi Jamasan Tombak Kyai Upas tidak hanya sebagai ritual pembersihan pusaka, namun juga simbol harapan akan keberkahan dan kemajuan daerah,” imbuhnya.
“Pemkab Tulungagung berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya lokal,” pungkasnya.














