BERITA TERKINI

Pembangunan Proyek Breakwater di Pelabuhan Muara Indah Tuai Kritik dari LSM Harimau

×

Pembangunan Proyek Breakwater di Pelabuhan Muara Indah Tuai Kritik dari LSM Harimau

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PEMALANG – Pembangunan proyek breakwater dan pengerukan kolam yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Indah, Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau.

Dewan Pimpinan Cabang Pemalang LSM Harimau, Edi Suprayogi, menyampaikan kritiknya terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Meski mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, Edi menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan kontraktor harus tetap mematuhi aturan dan spesifikasi teknis yang berlaku.

“Proyek ini diduga tidak memperhatikan spesifikasi teknis, sehingga menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” ujar Edi saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (15/7/2025).

Ia menambahkan, lumpur hasil pengerukan yang ditumpuk di area wisata justru mengganggu aktivitas para pedagang dan warga sekitar.

Edi mempertanyakan alasan lumpur tersebut ditaruh di kawasan wisata tanpa penanganan yang tepat.

“Apapun bentuknya, lumpur harus ditempatkan di lokasi yang sesuai agar tidak mengganggu warga. Seharusnya dibuat semacam pembatas agar lumpur tidak melebar,” jelasnya.

Selain itu, Edi juga menyoroti aktivitas truk-truk muatan yang lalu lalang di jalan sempit dekat lokasi. Kondisi jalan yang kotor dan berdebu serta lalu lintas yang padat. Khususnya saat jam sekolah, sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. Ia menyarankan agar pengangkutan lumpur dilakukan pada malam hari untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Keluhan masyarakat, khususnya para pedagang dan warga sekitar, sudah banyak diterima oleh LSM Harimau. Namun upaya komunikasi dengan kontraktor dan pihak terkait seperti desa dan pengelola pelabuhan belum membuahkan hasil.

Kepala Pelabuhan Muara Indah, Slamet Rahardjo, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya hanya bertempat di lokasi dan menyarankan agar pertanyaan diarahkan langsung ke kontraktor maupun pemerintah desa. Sementara pihak Desa Asemdoyong belum memberikan jawaban.

Menanggapi hal tersebut, LSM Harimau berencana mengirim surat resmi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk meminta penjelasan dan solusi atas keluhan masyarakat. Edi berharap semua pihak yang terkait dapat duduk bersama dan mencari jalan keluar demi kelancaran proyek sekaligus menjaga kenyamanan warga.