BERITA TERKINI

Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Desa Gamping, Bupati Tulungagung Singgung  Insfrastruktur Wilayah Selatan 

×

Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Desa Gamping, Bupati Tulungagung Singgung  Insfrastruktur Wilayah Selatan 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Ribuan warga memadati Sirkuit Praga Motor Cross di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Senin (21/7/2025) malam, untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dalang kondang Ki Minto Darsono. Pentas budaya ini turut dihadiri oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E.

Wayang kulit yang mengusung lakon Pandowo Syukur ini semakin semarak dengan penampilan jenaka dari pelawak kondang Percil cs, yang berhasil mengundang tawa dan menciptakan suasana penuh kegembiraan bagi para penonton dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa menyampaikan sejumlah program pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung, termasuk di Kecamatan Campurdarat.

Ia menjelaskan bahwa meskipun situasi perekonomian nasional sedang tidak stabil dan mengalami efisiensi anggaran, Pemkab Tulungagung tetap berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Tahun 2025 nanti, jalan utama dari Gamping ke arah selatan hingga kawasan wisata akan kami perbaiki. Ini bukti bahwa kami tidak tinggal diam. Kami akan terus mencari solusi, termasuk memanfaatkan dana APBN untuk mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan pada kesempatan ini ia juga meminta doa restu masyarakat agar program pembangunan lima tahun ke depan berjalan lancar dan memberikan manfaat luas.

“Kami tegaskan bahwa seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil sekalipun, akan menjadi perhatian serius Pemerintah kabupaten Tulungagung,” tambahnya.

Lebih lanjut Gatut Sunu mengungkapkan rasa syukurnya bisa turut hadir dalam kegiatan budaya yang sarat nilai luhur ini. Ia menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan seni tradisional seperti wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa.

“Acara seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Kita patut bersyukur karena budaya seperti ini masih dicintai dan dinantikan oleh masyarakat,” terangnya.

“Terima kasih Mbah Suyono Kepala Desa Gamping atas undangannya. Atas nama pribadi dan Pemerintah kabupaten saya doakan untuk semua perangkat Desa Gamping dan masyarakat senantiasa diberikan sehat walafiat, barokah dan selalu aman dan kondusif,” pungkasnya.

Pagelaran wayang kulit ini ditutup dengan pesan moral dari lakon Pandowo Syukur, yang mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur, menjaga persatuan, dan terus bekerja keras demi masa depan yang lebih baik.