MATTANEWS.CO,MUSI RAWAS– Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Hal ini tercermin dalam kegiatan Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang digelar di Ruang Rapat Bina Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Rawas.
Acara penting tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mura, H. Ali Sadikin, serta jajaran pejabat perangkat daerah. Turut hadir pula Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan, Supriyadi, sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Bupati Hj. Ratna Machmud menegaskan bahwa SPIP merupakan sebuah instrumen penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal pemerintahan.
Menurutnya, implementasi SPIP bukan hanya sekadar kewajiban administratif yang harus dipenuhi oleh instansi pemerintah, melainkan bagian dari upaya nyata untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan akuntabilitas dalam seluruh lini birokrasi.
“SPIP adalah pilar dalam menjaga efektivitas kerja, mengendalikan risiko, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujar Ratna Machmud dengan tegas
Lebih lanjut, Bupati Ratna menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi SPIP akan membawa manfaat besar bagi kinerja pemerintahan, baik dalam aspek pelayanan publik, pengelolaan keuangan, maupun pengambilan keputusan strategis.
“Ini adalah langkah penting menuju birokrasi yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga bebas dari penyimpangan dan penyelewengan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan, Supriyadi, dalam paparannya menjelaskan bahwa SPIP merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai terhadap pencapaian tujuan organisasi.
SPIP mencakup aspek efektivitas dan efisiensi operasional, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
“SPIP bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” ujar Supriyadi.
Ia menekankan bahwa keberadaan SPIP sangat penting untuk membentuk budaya pengawasan yang melekat dalam setiap organisasi pemerintah. Dengan SPIP, potensi penyimpangan dapat dideteksi sejak dini dan tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih cepat, sehingga kerugian negara dapat diminimalkan.
Lebih dari itu, Supriyadi juga menyampaikan bahwa implementasi SPIP sejatinya bukan sekadar penyusunan dokumen atau pemenuhan prosedur administratif. Yang lebih penting adalah perubahan mindset dan perilaku dari seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga ke tingkat pelaksana.
“Peraturan yang ada bukan merupakan akhir dari tujuan, melainkan awal dari langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, implementasi SPIP sangat bergantung kepada komitmen, keteladanan pimpinan, dan niat baik dari seluruh pejabat serta pegawai instansi pemerintah,” tandasnya.
Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber, yang berlangsung interaktif. Para kepala perangkat daerah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengendalian intern dan peningkatan kinerja pemerintahan di Kabupaten Musi Rawas.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Pemkab Mura dapat semakin memperkokoh pondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, demi terwujudnya Musi Rawas Maju, Mandiri, dan Bermartabat.














