BERITA TERKINI

Bupati Tulungagung Buka Kejuaraan Cabang IV Pencak Silat NU Pagar Nusa di GOR Lembu Peteng 

×

Bupati Tulungagung Buka Kejuaraan Cabang IV Pencak Silat NU Pagar Nusa di GOR Lembu Peteng 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., secara resmi membuka Kejuaraan Cabang IV Pencak Silat Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Lembu Peteng.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo sebagai simbol dimulainya kompetisi yang mempertemukan para pesilat dari berbagai perguruan di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya sekadar cabang olahraga bela diri, namun juga merupakan warisan budaya leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa.

Ia menilai pencak silat memiliki peran penting dalam pembangunan watak dan karakter generasi muda Indonesia.

“Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri warisan leluhur, tetapi juga budaya bangsa yang wajib kita lestarikan bersama. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kedisiplinan, rasa hormat, serta semangat persatuan dan cinta tanah air. Ini sangat penting dalam membentuk kepribadian generasi bangsa,” tegasnya.

Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan pada kesempatan ini ia juga  mengapresiasi peran para pelatih, pendekar, dan perguruan pencak silat yang terus konsisten membina generasi muda.

“Kami berharap kegiatan kejuaraan semacam ini dapat menjadi ajang pengembangan prestasi sekaligus mempererat tali persaudaraan antar pesilat,” tambahnya.

Lebih lanjut Gatut Sunu menjelaskan bahwasanya kejuaraan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang usia. Penyelenggaraan acara mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terutama para pecinta pencak silat di Kabupaten Tulungagung.

“Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tulungagung dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan jiwa nasionalisme melalui olahraga tradisional,” pungkasnya.