MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Beban biaya berobat menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian masyarakat di kala sakit. Kekhawatiran itu menjadi salah satu penyebab masyarakat enggan untuk berobat ke fasilitas kesehatan atau bahkan memilih pengobatan alternatif yang biayanya jauh lebih murah.
Namun kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah mengubah pandangan itu. Program ini hadir sebagai solusi nyata, memberikan perlindungan finansial dan kepastian layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun ekonomi.
Bak mentari di siang hari, Nurmanisah (46) warga Desa Alue Dua Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Program JKN di tengah-tengah masyarakat. Dalam situasi dan kondisi ekonomi sosial yang tidak menentu, Program JKN dapat membantu mengatasi kegelisahan masyarakat dalam pembiayan pengobatan terutama bagi masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit berat seperti yang dirasakan oleh Nurma.
“Saya sudah terdaftar menjadi Peserta JKN sejak lama dan sudah memanfaatkannya untuk pengobatan penyakit saya ini. Di tahun 2017 saya pernah menjalani operasi pada bagian payudara. Pada saat itu hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker di payudara saya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan segera. Beruntung saat itu saya sudah menjadi peserta Program JKN,” tuturnya, Rabu (30/7/2025).
Alhasil, Sejak pemeriksaan awal dan menjalani operasi Nurma merasa layanan yang diberikan sangat baik sebagai peserta JKN. Ia sama sekali tak merasa perbedaan dalam hal layanan yang diterima, meskipun ia terdaftar sebagai peserta dengan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Baginya seluruh petugas medis maupun nonmedis di fasilitas kesehatan sangat ramah, responsif dan profesional dalam memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan latar belakang peserta.
“Saya merasa dilayani dengan sangat baik dan profesional. Semua petugas ramah dan membantu. Saya merasa tidak dibedakan antara pasien yang bayar sendiri maupun pasien yang menggunakan JKN. Semuanya sama di sini, saya tidak merasakan diperlakukan beda. Kalau sewaktu-waktu saya butuh bantuan, para petugas di rumah sakit langsung sigap membantu saya tanpa perlu menunggu lama. Hal ini membuat saya merasa sangat dihargai dan tenang selama menjalani proses pengobatan,” ucap Nurma.
Beberapa tahun setelah menjalani operasi pertama, Nurma kembali merasakan keluhan serupa pada bagian payudara. Setelah berkonsultasi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan mendapat rujukan, kini ia harus kembali menjalani rangkaian pemeriksaan di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya. Meskipun harus kembali menghadapi proses pengobatan yang tidak mudah, Nurma merasa lebih tenang karena telah terdaftar sebagai peserta JKN dan sudah merasakan manfaatnya secara langsung.
“Sekarang ini saya sedang menjalani pemeriksaan lanjutan karena ada rasa nyeri dan benjolan lagi. Yang saya harapkan sekarang adalah semoga hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya hal-hal yang serius seperti sebelumnya. Saya hanya ingin segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Meski ada rasa khawatir, tapi saya berusaha tetap tenang karena tahu ada JKN yang mendampingi saya sejak awal proses pengobatan ini,” ujar Nurma.
Nurma pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN, fasilitas kesehatan, dan masyarakat Indonesia yang sudah mau bergotong royong membayar iuran setiap bulannya sehingga dapat membantu peserta JKN yang sakit.
“Tanpa BPJS Kesehatan, mungkin saya akan kesulitan membiayai pengobatan saya. Biaya untuk pengobatan penyakit saya ini mungkin sangat besar, tetapi dengan BPJS Kesehatan saya hanya perlu fokus pada pemulihan untuk sehat kembali tanpa harus pusing dengan biaya berobat. Saya sangat terbantu dengan adanya program JKN dan menurut saya program ini adalah penyelamat bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses layanan kesehatan,” tutup Nurma.














