MATTANEWS.CO, PALEMBANG – ASUS kembali menggelar peluncuran rangkaian produk terbaru di Palembang, mulai dari laptop AI, PC desktop, hingga perangkat gaming. Dalam acara bertajuk “Together We Win, Together We Grow”, ASUS menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi teknologi di Indonesia.
Namun, di balik klaim inovasi tersebut, muncul pertanyaan: apakah teknologi AI yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan pasar, atau sekadar mengikuti tren global?
Lenny Lim, Country Manager ASUS Indonesia, dalam paparannya menyatakan bahwa seluruh jajaran produk baru ASUS sudah tersedia di pasaran Indonesia pada semester pertama 2025. “Sebagai market leader, kami bertanggung jawab menghadirkan pengalaman AI premium dan gaming terbaik,” ungkapnya, Rabu (27/8/2025).
Laptop AI: Terobosan Nyata atau Overkill?
ASUS mempromosikan laptop AI terbarunya dengan klaim melampaui standar Copilot+ PC berkat dukungan Neural Processing Unit (NPU) 45+ TOPS. Kecepatan ini disebut mampu memberikan pemrosesan AI lebih responsif dan efisien.
Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa kehadiran fitur AI pada laptop konsumen masih perlu dikaji dari sisi manfaat praktis. Apakah teknologi ini memang memberikan solusi nyata untuk kebutuhan sehari-hari pengguna, atau hanya menjadi daya tarik pemasaran yang membebani harga perangkat?
Platform Lengkap, Tapi Adopsi Belum Masif
ASUS menawarkan varian berbasis Intel® Core™ Ultra, AMD Ryzen™ AI, hingga Qualcomm Snapdragon® X Series. Meski terkesan memberikan fleksibilitas, pasar Indonesia sendiri belum sepenuhnya siap mengadopsi ekosistem berbasis AI secara masif. Faktor harga dan keterbatasan aplikasi AI lokal menjadi tantangan besar.
Portabilitas dan Baterai Tahan Lama, Tetapi Harga Premium
Produk seperti Vivobook S14 S3407QA dan S3407CA hadir dengan baterai 70WHrs yang diklaim mampu bertahan lebih dari 16 jam. Namun, laptop dengan fitur ini umumnya berada di kelas premium. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah mayoritas konsumen Indonesia benar-benar membutuhkan AI processing dengan daya tinggi, atau lebih mengutamakan harga terjangkau?
Inovasi atau Strategi Marketing?
ASUS memang berhasil menarik perhatian melalui jargon AI, tetapi inovasi sejati seharusnya menyentuh persoalan inti konsumen—seperti keterjangkauan, layanan purna jual, dan integrasi teknologi yang relevan dengan aktivitas harian. Tanpa itu, AI hanya akan menjadi sekadar kata kunci promosi.














