MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada Senin (1/9/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak pro-rakyat, serta tindakan represif aparat keamanan yang memicu keresahan publik.
Aksi dimulai sejak siang hari ini diikuti berbagai elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Sumatera Selatan, termasuk Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Universitas Sriwijaya, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti keputusan DPR yang menaikkan tunjangan mereka sendiri di tengah isu efisiensi anggaran yang digaungkan oleh pemerintah.
Mereka juga mengecam lambannya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, serta tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian yang kerap terjadi saat pengamanan demonstrasi.
Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Ilham, menyampaikan, aksi ini merupakan bentuk kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang semakin tidak berpihak kepada rakyat.
“Ketika rakyat sedang dibebani dengan kondisi ekonomi yang sulit, DPR malah menaikkan tunjangan mereka. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Selain itu, tindakan represif aparat yang telah memakan korban jiwa tidak bisa dibiarkan. Kami menuntut keadilan dan perbaikan sistem secara menyeluruh,” tegas Ilham di tengah-tengah aksi.
Tujuh Tuntutan Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan, yaitu Batalkan Tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat. Mahasiswa menolak keras kenaikan tunjangan DPR di tengah upaya efisiensi anggaran negara dan meminta agar segera dibatalkan, Sahkan RUU Perampasan Aset. Mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU ini agar dapat menjerat para koruptor secara tegas dan mengembalikan aset negara, Evaluasi Kinerja DPR. Menilai DPR tidak lagi merepresentasikan suara rakyat, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta transparansi anggaran DPR, Evaluasi Rekrutmen Anggota Polri. Perlunya evaluasi sistem penerimaan anggota Polri agar menghindari tindakan kekerasan yang tidak manusiawi terhadap warga sipil, Copot Kapolri. Menuntut pencopotan Kapolri karena dinilai gagal dalam mengontrol institusi dan sering terjadi tindakan kekerasan yang mencederai demokrasi, Prioritaskan Kesejahteraan Guru. Guru sebagai garda terdepan pendidikan harus mendapatkan perhatian serius dari negara dalam bentuk peningkatan kesejahteraan dan Kembalikan Kebebasan Pers. Mahasiswa menuntut agar kebebasan pers dikembalikan sepenuhnya tanpa tekanan dan intimidasi dari pihak manapun.
Aksi ini berjalan damai meskipun sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Namun, tidak ada laporan kericuhan serius selama demonstrasi berlangsung.
Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan menegaskan bahwa aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan lanjutan apabila pemerintah dan DPR tidak merespon tuntutan secara konkret.














